ISBI Kenalkan Budaya Jabar di Amerika Lewat Tari

Friday 03 October 2014 , 6:57 AM
Ilustrasi

Ilustrasi

LEWAT tari, kelompok tari dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) akan memperkenalkan sejarah budaya Jawa Barat kepada warga Amerika Serikat.
Pada lawatannya selama 12 hari ke AS mulai Rabu (1/10/2014) besok, kelompok tari ini akan menyuguhkan tarian yang kental akan sejarah. Sehingga tari tak hanya sekadar tontonan, tetapi juga tuntunan.

Koreografer kelompok tari ISBI yang juga dosen ISBI, Iyus Rusliana mengatakan, tarian asli Jawa Barat sebenarnya sarat akan makna. Sehingga saat salah satu gerak dalam tarian tersebut terjadi kesalahan, pesan yang disampaikan akan lain.

“Setiap tarian ada ceritanya, jadi menari itu harus benar-benar. Tak hanya beraksi di atas panggung tapi penari juga harus menjiwainya,” ujar Iyus kepada INILAH.COM saat ditemui di kampus ISBI, Jalan Buahbatu Kota Bandung, Selasa (30/9/2014).

Iyus menjelaskan, salah satu tarian yang dibawakan di AS adalah tarian Srikandi Mustikaweni. Tarian itu, jelasnya, menceritakan sebuah perang yang terjadi dimasa lampau antara dua orang perempuan.

“Tarian ini menggambarkan perang tanding, satu lawan satu. Nah, tariannya juga dilakukan sama dua wanita yang seolah sedang bertanding lewat tarian. Kami akan memberikan edukasi juga, jadi warga Amerika tak hanya menyaksikan tapi juga memahaminya,” terang dia.

Sementara itu, Asisten koreografer tim, Dindin Rasidin mengatakan, hingga H-1 persiapan terus digenjot kepada 23 peserta yang akan berangkat menuju AS. Itu dilakukan agar kala pertunjukan dimulai, para peserta akan menyuguhkan penampilan terbaiknya.

“Persiapannya sudah sangat matang. Memang sudah siap manggung. Semua yang terlibat memang sudah profesional,” ujar Dindin.

Dia menjelaskan, dari 23 peserta yang berangkat, terdiri dari mahasiswa dan tenaga pengajar. Sudah sejak dua bulan ini, mereka intens melakukan persiapan khusus untuk lawatan yang sudah dinanti sejak lama.

“Kalau kesulitan sih relatif, cuma bicara masalah persiapan. Saya yakin semuanya sudah selesai. Hanya saja dalam tarian selalu saja ada yang dirasa kurang, itu biasa karena kami sebagai pelaku seni ingin memberikan pertunjukkan yang sempurna,” tandasnya.(inilahkoran.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published.