IPB, si Penggagas Revolusi Orange

oleh -3 views
Ilustrasi (diaridietkutu.blogspot.com)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi (diaridietkutu.blogspot.com)
Ilustrasi (diaridietkutu.blogspot.com)

PEMERINTAH mengapresiasikan Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai penggagas Gerakan Revolusi Orange. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung dan mengapresiasi gerakan revolusi orange yang digagas IPB.
Direktur Jenderal (Dirjen) Horti Kultura Dr. Ir. Hasanuddin Ibrahim menjelaskan, bahwa dia bangga produksi buah di Indonesia bangkit kembali.

“Kami mengapresiasi IPB yang mendorong bangkitnya produksi buah nusantara. Tentunya buah yang patut dibanggakan baik dari mutu dan ketersediaannya,” ucapnya dalam keterangan tertulis yang diterimaOkezone, Kamis (16/5/2013).

Lanjutnya, buah produksi nasional jauh lebih besar dibandingkan dengan buah impor, tetapi susah ditemukan di supermarket karena ada permasalahan.

“Kalau dibandingkan antara buah impor dan produksi nasional, secara utuh produksi nasional jauh lebih besar. Namun buah nusantara sulit ada di supermarket karena kendala teknis dan sistem pembayaran,” ucapnya.

Pasalnya, buah-buah impor terbesar di Indonesia yaitu buah jeruk, kemudian menyusul apel, anggur, pir, plum, kiwi, dll. Maka Dirjen Hortikultura, komoditas jeruk yang akan dibenahi dulu. Dia berharap, kualitas bibit dan hasil yang unggul mampu menjadi ujung tombak ekspor buah nasional.

“Dengan adanya 3.000 hektare (ha) lahan marjinal dari PTPN VII yang di alokasikan untuk kebun buah seperti durian, manggis, alpukat, pepaya, dan pisang dengan kualitas bibit dan hasil yang unggul, mampu menjadi ujung tombak ekspor buah Indonesia,” harapnya.

Ada tiga pilar IPB menggagas revolusi orange, yaitu peningkatan konsumsi, produksi dan ekspor buah Nusantara. Berdasarkan pengalaman IPB yang berhasil menyebarluaskan riset manggis Wanayasa kepada petani sehingga 80 persen total produksinya tembus pasar ekspor.

Salah satu Inisiator Ir. Jumadi S. Witopawiro mengatakan, dia yakin bahwa pada 2040 Indonesia akan menjadi negara eksportir terbesar buah tropika.

“Saya yakin di 2040 Indonesia bisa menjadi negara eksportir terbesar buah tropis, saya kira Indonesia lebih potensial dari Thailand, sebab Thailand rata-rata 30-40 persen buahnya yang dieskpor,” kata alumnus Jurusan Agronomi IPB itu.

Dalam kesempatan ini Rektor IPB mengukuhkan 63 orang yang menginisiasi program dan gerakan perubahan yang signifikan dalam bidang kebijakan, kelembagaan dan penetrasi pasar buah nusantara. Tujuannya untuk memperkokoh kemandirian konsumsi buah nusantara dan mewujudkan posisi Indonesia sebagai salah satu Negara produsen dan eksporter buah tropika terbesar di dunia.(kampus.okezone.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.