IPB Manfaatkan Lahan Non-Produktif Tanam Cabe

oleh -5 views
Kampus IPB di Dramaga, Bogor, Jawa Barat.
Arrief Ramdhani
Kampus IPB di Dramaga, Bogor, Jawa Barat.
Kampus IPB di Dramaga, Bogor, Jawa Barat.

INSTITUT Pertanian Bogor (IPB) melalui Direktorat Kajian Strategis dan Kebijakan Pertanian (KSKP) mengembangkan budi daya cabe di luar musim dengan memanfaatkan lahan non produktif. Lahan tersebut terdapat di Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Penanaman cabe ini sudah dilakukan sejak Januari 2014, selama empat bulan cabe yang kita tanam sudah bisa menghasilkan,” ujar Direktur KSKP-IPB, Dr Dodik R Nurrochmat, dalam acara panen cabe di Desa Tamansari, Jumat.

Dodik mengatakan, KSKP melalui Program Aksi dan kajian pemanfaatan lahan non-produktif melakukan pengembangan agroforestry di Desa Taman Sari dengan menanam cabe, khususnya cabe merah keriting.

Menurutnya, harga cabe yang tidak menentu mendorong pihaknya untuk membuat model pemanfaatan lahan non-produktif sebagai lahan perkebunan cabe yang diharapkan mendorong masyarakat untuk mengembangkannya.

Selain itu, pola tanam cabe dilakukan tidak pada musim tanam, dengan menggunakan teknologi budidaya cabe intensif dengan memberikan tiga perlakuan yakni bioimunisasi agar cabe yang dihasilkan berkualitas dan terlindungi dari serangan hama.

“Menanam cabe di luar musimnya memiliki resiko sangat tinggi, karena ancaman hama penyakit cukup besar. Maka itu banyak petani yang takut menanam cabe di luar musim. Oleh karena itu, ketika tidak musim tanam harga cabe melambung tinggi,” ujar Dodik.

Dodik mengatakan, melalui program aksi dan kajian pemanfaatan lahan non-produktif tersebut diharapkan 6.000 hektar lahan tidur yang ada di Kabupaten Bogor dapat dimanfaatkan untuk menanam jenis tanaman pertanian dan hortikultura.

Selain mengembangkan budi daya cabe, KSKP juga mengembangkan penanaman Rumput Gajah Odot di lahan non produktif di wilayah Cibilik dan Cileksa, Kabupaten Sukabumi.

Sementara itu, Kasubid Kebijakan Pertanian, KSKP, Suryo Wiyono menyebutkan, lokasi penanaman cabe dilakukan di lahan seluas dua hektar milik warga yang dimanfaatkan selain menanam cabe juga dilakukan penanaman produk hortikultura lainnya seperti tomat, terong, kacang panjang, paria dan juga rumput odot.

Suryo menjelaskan, penanaman cabe di luar musim tanam dilakukan dengan menggunakan teknologi pertanian yang dimiliki IPB, yakni teknologi budidaya cabe bioitensif. “Dengan teknologi ini resiko menanam cabe di luar musim bisa dicegah,” ujarnya.(republika.co.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.