IPB Blakclist Sekolah Nakal

Thursday 23 April 2015 , 11:26 AM
Logo IPB

Logo IPB

INSTITUT Pertanian Bogor (IPB) mem-blacklist sekolah yang memalsukan nilai rapor dan terlibat kecurangan ujian nasional (unas). Itu diungkapkan Rektor IPB Prof Herry Suhardiyanto menanggapi maraknya kebocoran soal unas.

“Kalau kebocorannnya berat, kita akan sangat kesulitan. Kita sangat berharap indeks integritas sekolah itu menjadi salah satu pertimbangan,” ujarnya saat ditemui di kampus IPB Dramaga kemarin.

IPB dan sejumlah perguruan tinggi negeri (PTN) lainnya telah menyeleksi calon mahasiswa berdasarkan nilai rapor, melalui database yang ada di sekolah masing-masing. “Para dosen IPB sudah sejak 1976 menyeleksi berdasarkan nilai rapor,” jelasnya.

IPB juga sudah memiliki database masing-masing sekolah. Sehingga bagi sekolah yang dipercaya, akan diberi banyak kuota kursi mahasiswa.

“Tapi, bagi sekolah yang tidak dipercaya, yang memalsukan nilai rapor dan sebagainya, tidak akan kami pertimbangkan. Bahkan, kita masukkan ke daftar hitam,” tegasnya.

Kemarin, Prof Herry bersama para rektor PTN lainnya mengikuti rapat dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Itu untuk mengetahui berapa banyak soal yang bocor.

“Karena soal yang bocor, kalau dikatakan ada 30 paket, berarti seberapa jauh independen soal itu tidak sama dengan soal-soal lain. Ini yang ingin saya ketahui,” tandasnya.

Yang penting bagi IPB, siswa yang sudah lulus dari SMA sederajat, bisa mengikuti proses seleksi. “Selama memiliki ijazah dan surat tanda lulus, siapa pun itu bisa kita pertimbangkan,” ungkapnya.

Untuk tahun ini, IPB menerima mahasiswa dari jalur SNMPTN sebanyak 50 persen, kemudian 30 persen dari jalur SBMPTN. Sedangkan untuk seleksi mandiri diberi kuota sebanyak 20 persen.

“Jadi, dengan skema ini kita bisa mencari siswa-siswa dengan rajinnya, konsistennya, prestasi selama tiga tahun, melalui SNMPTN, yakni nilai rapor,” kata Herry.

Selain itu, IPB juga menerima calon mahasiswa yang memiliki talenta kewirausahaan. Juga beasiswa dari beberapa sekolah di daerah, yang perlu kepedulian dan bantuan dari IPB.

“Maka akan kita ambil mandiri itu berdasarkan nilai rapor dengan talenta. Kita akan menunggu hasil indeks integritas sekolah dari Kemendikbud,” pungkasnya.(jpnn.com)

 

Comments are closed.