IPB Ajak Mahasiswa Jadi Petani Pengusaha

oleh -6 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

MAHASISWA Institut Pertanian Bogor (IPB) sebaiknya mampu membuka lapangan pekerjaan. Misalnya, dengan menjadi petani pengusaha. Apalagi ASEAN Eeconomic Community (AEC) akan berlangsung tahun depan.

Untuk menciptakan para petani pengusaha, Fakultas Pertanian (Faperta) IPB, Direktorat Pengembangan Karier dan Hubungan Alumni (DPKHA) IPB, Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Faperta IPB, dan Sabisa Farm menggelar pelatihan kewirausahaan kepada lulusan IPB. Pelatihan tersebut bertujuan menumbuhkan minat wirausaha dalam diri kaum muda khususnya dalam industri pertanian.

Direktur DPKHA IPB Syarifah Iis Aisyah mengungkap, kegiatan tersebut bertujuan membangkitkan mindset para mahasiswa untuk menjadi menjadi wirausaha yang handal. Sebab, sudah menjadi tugas DPKHA untuk memfasilitasi dan membuat pelatihan para lulusan baru IPB untuk menggapai cita-cita di dunia kerja.

“Kami ingin mencetak lebih banyak lagi dari IPB. Saya menginginkan pada AEC 2015 kalian tidak berlomba-lomba menyiapkan proposal untuk membuat lamaran pekerjaan. Tapi memiliki usaha sendiri agar siap bersaing pada saat bisnis pertanian pangan dibutuhkan. Hal ini diprediksi akan sangat digandrungi pada 2030-2050,” ujar Syarifah, seperti dinukil dari situs IPB, Sabtu (25/10/2014).

Kemudian, Dekan Faperta IPB Ernan Rustiadi mengatakan, pembinaan petani pengusaha dalam kegiatan tersebut sudah mereka lakukan selama 1,5 tahun. Dulu, lanjutnya, para mahasiswa IPB yang tergabung dalam Sabisa Farm ditantang untuk menyelesaikan semua masalah pertanian. Mulai dari membuka lahan hingga pascapanen sehingga mereka mampu menjadi petani pengusaha yang tangguh.

“Kunci dari negara-negara yang maju pertaniannya adalah para pelaku pertaniannya yang merupakan petani pengusaha. Sementara yang masih terkendala di negeri kita adalah kondisi sebagian besar petani kita yang menjadi petani karena tidak ada pilihan yang lebih baik dan merupakan warisan turun temurun,” ungkap Ernan.

Dia menyayangkan, orang Indonesia masih sangat sedikit yang menjadi petani karena menyadari bisnis pertanian menjanjikan dan berdaya saing. Oleh karena itu, kata Ernan, mereka melakukan pendekatan berbeda kepada para sarjana muda dalam mendidik untuk menjadi petani pengusaha.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Buah Naga Indonesia Gun Sutopo berbagi motivasi kewirausahaan bertajuk “From Zero to Hero”. Dia menyatakan, setiap orang bisa menjadi pengusaha sukses selama memiliki kreativitas dan rajin berinovasi.

“Dalam berwirausaha kita harus memiliki karekter masing-masing. Kita jadi wirausaha karena pikiran kita mau, diikuti dengan perkataan, tindakan, kebiasaan, hingga lahirlah karakter. Dalam menjadi wirausaha juga kita harus memiliki kreasi dan inovasi (kreanova). Mampu menghasilkan sesuatu yang tadinya tidak ada menjadi ada,” imbuh Gun.(kampus.okezone.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.