Integrasi 3 Lingkungan Bentuk Karakter Siswa

oleh -1 views
Ilustrasi (m.beritajakarta.com)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi (m.beritajakarta.com)
Ilustrasi (m.beritajakarta.com)

MEMBENTUK pribadi siswa tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Sebab, pembentukan karakter seorang pelajar juga dipengaruhi oleh lingkungan keluarga dan masyarakat.

Oleh karena itu, perlu integrasi antara lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Demikian diungkapkan Suryatman dalam sidang doktoralnya pada program studi (prodi) Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

“Kepribadian dapat terbentuk karena pengaruh ketiga lingkungan. Ketiga lingkungan tersebut akan membentuk kepribadian ke arah yang baik, atau bahkan sebaliknya,” ujar Suryatman, seperti disitat dari situs UMY, Senin (21/4/2014).

Melalui disertasi berjudul “Integritas Lingkungan Pendidikan dalam Pembentukan Kepribadian Peserta Didik,” dia memaparkan, integrasi yang dimaksud adalah bersatu padunya proses pendidikan yang diselenggarakan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Sehingga, lanjutnya, ketiga lingkungan pendidikan tersebut mempunyai satu kesatuan yang utuh dalam melakukan kerja sama membentuk keperibadian peserta didik.

Pengaruh ketiga lingkungan itu dapat dikatakan positif jika lingkungan tersebut dapat memberikan dorongan kepada anak untuk berbuat hal-hal yang baik. Misalnya saja seorang siswa di sekolah mendapatkan pendidikan agama dari guru agama. Ajaran serupa juga diperolehnya lewat keluarga dan masyarakat. Hal itu akan memacu sang anak untuk memegang nilai-nilai agama yang baik dan mendorongnya untuk mengamalkan nilai tersebut.

“Anak di sekolah mendapatkan pendidikan agama dari guru agama, dan di rumah anak selalu mendaptkan bimbingan agama dari orang tua, serta ditambah lagi masyarakat sekitar aktif melakukan kegiatan agama. Maka kepribadian anak dalam memahami dan mengamalkan ajaran agama akan baik juga,” jelasnya.

Ketiga unsur lingkungan tersebut, kata Suryatman, harus terlibat secara aktif dalam melakukan integrasi lingkungan pendidikan. Setiap unsur lingkungan harus dapat membangun keharmonisan dan kerja sama yang erat.

“Adanya saling mengerti dan memahami satu sama lain merupakan kunci pokok dalam membentuk keterpaduan tersebut. Kesuksesan dan keberhasilan peserta didik sangat ditentukan oleh adanya harmonisasi di antara ketiga lingkungan,” imbuh Suryatman.

Dosen IAIN Syekh Nurjati Cirebon itu melakukan penelitian disertasinya di Lembaga Pendidikan Islam Yayasan Al-Muttaqir Kota Tasikmalaya. Dia dinyatakan lulus oleh tim penguji dengan nilai memuaskan sehingga berhak menyandang gelar doktor di bidang Psikologi Pendidikan Islam.(kampus.okezone.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.