Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi Sudah Ketinggalan Zaman

Tuesday 03 December 2019 , 9:16 AM

Ilustrasi

SEKRETARIAT Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Agus Setiabudi menyatakan, pihaknya mengeluarkan instrumen akreditasi baru tahun 2019, sebab instrumen lama sudah ketinggalan zaman.

Hal itu dikarenakan instrumen lama belum memuat standar nasional perguruan tinggi.

“Instrumen lama belum terukur dengan baik. Apalagi akreditasi kita ketinggalan dengan negara-negara lain,” kata Agus dalam sosialisasi akreditasi perguruan tinggi di Hotel Harris, Senin, 2 Desember 2019.

Dia menambahkan, instrumen akreditasi lama berfokus kepada input dan proses yang sudah lama ditinggalkan negara-negara lain.

“Misalnya akreditasi lama dengan menghitung jumlah buku di perpustakaan. Ini kan sudah dianggap ketinggalan zaman sebab sebatas menghitung buku,” katanya.

Dia menambahkan, bagi prodi yang akreditasinya habis pada akhir tahun 2019 sampai 2020 masih tetap diakui akreditasinya.

“Kami akan mengeluarkan peraturan BAN-PT untuk menangani masalah ini karena ada keterlambatan proses pelaksanaan akreditasi. Karena kalau ada prodi yang belum terakreditasi tidak akan bisa melaksanakan perkuliahan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-Dikti) Jabar dan Banten, Uman Suherman menyatakan, ada sekitar 200 program studi (prodi) di perguruan tinggi swasta (PTS) yang belum terakreditasi.

“Untuk itu, pihaknya Senin (2 Desember 2019) ini melakukan pemanggilan pada awal Desember ini kepada para pengelola prodi yang belum terakreditasi karena menyangkut nasib lulusannya,” katanya.

Lebih jauh Uman menyatakan, sebagai tindak lanjut tugas, pokok dan fungsinya sehingga akan memanggil pengelola 200 prodi yang sampai sekarang belum terakreditasi.

“Karena bagaimana pun tanggung jawab masyarakat perlu ditegakkan dan jangan sampai perguruan tinggi itu tidak jelas keberadaannya. Prodi belum terakreditasi karena masa berlaku akreditasi sudah habis atau sedang mengajukan akreditasi,” ujarnya.

Selain itu, ada juga prodi yang sudah mengajukan akreditasi tapi belum divisitasi oleh tim akreditasi.

“Kasihan para alumni apabila prodinya belum terakreditasi. Bahkan kalau akreditasi prodi C juga alumninya gak bisa mendaftar sebagai CPNS,” katanya.(pikiran-rakyat.com)

Comments are closed.