Industri Kreatif Masih Kurang Sumber Daya

oleh -4 views
Ilustrasi: Pelaku usaha UMKM(edukasi.kompas.com)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi: Pelaku usaha UMKM(edukasi.kompas.com)
Ilustrasi: Pelaku usaha UMKM(edukasi.kompas.com)

INDUSTRI kreatif masih banyak membutuhkan sumber daya manusia terutama untuk bersaing di pasar bebas. Dalam kenyataannya, sumber daya manusia di industri kreatif saat ini tidak dapat memenuhi kebutuhan. Peran aktif perguruan tinggi untuk mencetak lulusan sangat menentukan.

Padahal industri kreatif merupakan tulang negara-negara maju seperti Singapura, Korea, dan Jepang. “Indonesia masih tertinggal dalam pengembangan industri kreatif,” ujar Rektor Universitas Komputer (Unikom) Eddy Soegoto saat menerima Rektor Universiti Utara Malaysia (UMM) di kampus Unikom Jalan Dipati Ukur, Senin 14 Maret 2016.

banner 728x90

Menurut Eddy, perguruan tinggi harus beraksi dan proaktif membangun industri kreatif sehingga tidak perlu tertinggal. Upaya Unikom, kata Eddy, dengan meningkatkan jumlah mahasiswa di fakultas desain. Saat ini, sebagian besar yang diproduksi masih pada perangkat kerasnya. Sedangkan perangkat lunaknya masih menggunakan produk dari tiga negara maju tadi.

Setiap tahun, Unikom meluluskan sebanyak 200-300 dari fakultas desain. Padahal kebutuhan di lapangan sangat tinggi. Apalagi, di pasar terbuka, lulusan memperoleh banyak kesempatan untuk berkarier.

Rektor UUM Mohamed Mustafa Ishak mengatakan, Bandung merupakan kota industri kreatif dan diyakini akan menjadi mitra terbaik dalam bekerja sama. Di Malaysia, kata dia, pemerintah telah membuat kebijakan dan menyiapkan dana untuk menyokong perkembangan industri kreatif.

Mustafa mengatakan game design menjadi satu bidang yang menjanjikan. Kreativitas game designer dapat membuat negara-negara di Asia lebih unggul. Mustafa mengatakan, kolaborasi negara-negara Asia dapat menghasilkan sesuatu yang luar biasa.(pikran-rakyat.com)