Identifikasi Mean, Median, Dan Modus Dengan Stik Es Krim

oleh -43 views
Ilustrasi.(prioritaspendidikan.org)
Arrief Ramdhani
Siswa kelas VI SDN Mojokarang, Mojokerto sedang tampil di depan kelas untuk membuktikan mean, median, dan modus.(prioritaspendidikan.org)
Siswa kelas VI SDN Mojokarang, Mojokerto sedang tampil di depan kelas untuk membuktikan mean, median, dan modus.(prioritaspendidikan.org)

DI tangan Erna Budi Widiatsih, SPd Guru SDN Mojokarang Kab Mojokerto, pelajaran Matematika menjadi permainan yang menyenangkan. Salah satunya saat mengidentifikasi tentang Mean, Median, dan Modus. Dengan menggunakan stik es krim, Erna bersama-sama siswa Kelas VI berhasil mengidentifikasi Mean, Median, dan Modus.

Pada pelajaran Matematika yang mengulas tentang Mean, Median, dan Modus, Erna mencoba mengajak siswa mengidentifikasi bersama. Caranya, Erna menyiapkan stik es krim dan menyuruh 8 siswa maju ke depan kelas. Selanjutnya 7 siswa dibagi stik es krim masing-masing anak A=3 stik, anak B=6 stik, anak C=6 stik, anak D=5 stik, anak E=5 stik, anak F=6 stik, dan anak G=6 stik. Sedangkan anak ke-8 bertugas menulis hasilnya di papan tulis. “Dengan cara ini ternyata anak-anak bisa langsung mengidentifikasi apa yang dimaksud dengan Mean, Median, dan Modus. Saya yakin apa yang saya lakukan bersama anak-anak ini juga akan lebih bermakna untuk mereka,” ungkap Erna.

banner 728x90

Modus

Untuk menemukan Modus, 7 anak yang memegang stik tadi diminta berjajar. Ibu guru kemudian memanggil anak A dengan jumlah stik 3 batang, maka anak A maju ke depan sambil berteriak menunjukkan jumlah stiknya. Erna kemudian memanggil lagi anak B dengan jumlah stik 4 batang, maka anak B maju ke depan dan melakukan hal yang sama. Begitu seterusnya hingga anak G. Anak-anak yang lain diberikan lembar kerja dan mencari jawaban dari pertanyaan yang disampaikan di lembar jawaban. Dari pertanyaan tersebut muncul pertanyaan, ada berapa stik yang paling sering muncul yang dibawa oleh anak-anak? Jawabannya adalah 6 batang stik. Karena ada tiga anak yang yang dipanggil berteriak menyebutkan 6 batang stik yang dibawanya yakni anak B, C, dan F. dari peragaan tersebut anak-anak berhasil menyimpulkan bahwa Modus adalah angka yang sering muncul dalam sebuah kelompok bilangan.

Median

Untuk menemukan Median, anak-anak berjajar berurutan dari batang stik yang paling sedikit dibawa di sebelah kiri hingga angka yang paling besar di kanan. Hasilnya, yang berada di sisi paling kiri adalah anak A dengan 3 batang stik dan yang paling kanan adalah anak F dengan 6 batang stik. Nah, Erna kemudian bertanya kepada anak-anak, siapakah yang berada ditengah-tengah dari jajaran anak tersebut? “Anak-anak spontan menjawab “Anak E” yang membawa 5 batang stik. Dari kegiatan tersebut anak-anak dapat menyimpulkan bahwa Median adalah angka di tengah yang sudah diurutkan dari angka yang paling kecil hingga yang paling besar.

Mean

Untuk menemukan Mean, anak-anak bersama-sama menghitung jumlah batang stik yang dibawa oleh anak A – G, yakni: 3+6+6+5+5+6+4 = 35. Hasil penjumlahan seluruh batang stik tadi kemudian dibagi dengan jumlah anak yang membawa stik yakni 35 dibagi 7 anak, hasilnya 5. dari kegiatan tersebut, anak-anak berhasil mengidentifikasi bahwa Mean adalah rata-rata jumlah bilangan yang dibagi dengan jumlah anak yakni 5.

Penugasan Selanjutnya, setelah siswa memahami konsep Mean, Median, dan Modus, guru memberikan beberapa soal cerita kepada siswa. Mereka diminta menentukan Mean, Median, dan Modus dari soal cerita yang diberikan. Berikut beberapa contoh soal, untuk melihat tingkat pemahaman siswa:

1) Ceritakan, apa saja ‘keadaan’ dalam kehidupan sehari-hari yang menunjukkan ‘modus’

2) Berapakah mean dan median dari nilai raport seorang siswa berikut: Pendidikan Agama – 9 IPA – 8 Matematika – 9 IPS – 8 Bahasa Indonesia – 8 Penjaskes – 8 Pendidikan Pancasila – 8 Keterampilan 7

3) Jika mean dari nilai si Badu dalam 5 mapel adalah 32, berapa saja kemungkinan nilai masing-masing mapelnya? (tuliskan paling sedikit 3 kemungkinan).

Siswa diminta untuk mengerjakan tugas tersebut secara individu. Selanjutnya mereka membahas hasilnya di dalam kelompok untuk saling mendapatkan masukan. Proses diskusi kelompok juga bisa menjadi lebih hidup karena setiap siswa memiliki bahan masing-masing untuk berkontribusi dalam diskusi kelompok. Selanjutnya setiap kelompok diminta untuk saling mempresentasikan hasilnya kepada kelompok lainnya dan memberi masukan. Setelah hasil karya diperbaiki, siswa memajangkan hasil karyanya.(prioritaspendidikan.org)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.