Ice Breaker Salah Satu Pemecah Kejenuhan Pada Pembelajaran Daring

oleh -33 views
Penulis. Alina Aninar, Guru SMP Negeri 3 Ciawi Tasikmalaya

KARYA TULIS – Pembelajaran jarak jauh adalah pendidikan formal berbasis lembaga yang peserta didik yang instrukturnya berada di lokasi terpisah sehingga memerlukan sistem telekomunikasi interaktif untuk menghubungkan keduanya dan berbagai sumber daya yang diperlukan di dalamnya.

Masa pandemi ini banyak digunakan pembelajaran jarak jauh dengan pembelajaran elektronik atau pembelajaran daring atau dalam jaringan, misalnya pembelajaran dengan googlemeet, zoom meet, edmodo, microsoft teams, webex dan pembelajaran daring lainnya yang banyak sudah oleh sekolah dan pengajar pendidikan yang digunakan.

PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Pembelajaran jarak jauh yang dapat digunakan adalah project based learning dengan metode pembelajaran diskusi kelompok.

Pada pembelajaran jarak jauh saat ini peserta didik diajak untuk belajar menyimak pada video pembelajaran ataupun menyimak buku pelajaran yang diarahkan oleh pengajar.

Rata-rata setelah pengajar melakukan pembelajaran jarak jauh selama 3 minggu, peserta didik masih fokus pada pembelajaran.

Setelah 3 minggu pembelajaran jarak jauh ini dirasakan kejenuhan pada peserta didik terbukti dengan sedikitnya peserta didik yang memasukan penilaiannya pelajaran.

Masa inilah saatnya pengajar memasukan ice breaker agar peserta didik tidak jenuh pada pembelajaran daring.

Ice breaker yang dapat digunakan adalah Tanya Super Kilat. Tujuan untuk konsentrasi, rekreatif dan uji kejujuran.

Penggunaan ice breaker Tanya Super Kilat adalah di sela-sela kegiatan pembelajaran daring. Lokasi yang dapat dilakukan adalah saat pembelajaran daring dengan meet.

Prosedur yang digunakan adalah pertama guru mengajak peserta didik untuk menjawab dengan mengacungkan tangan secara kilat. Seluruh soal diberikan dengan cepat dan peserta didik akan mengacungkan tangan pula secara spontan sambil menjawab.

Kedua, guru berdiri dan memberi pertanyaan cepat pada setiap peserta didik. Ketiga, pertanyaan yang dapat diberikan adalah : a. Buku apa yang  tadi malam dibaca oleh kalian ?  b. Apakah sebelum tidur membaca quran dahulu ? c. Siapa tokoh favoritnya ?. d. Apakah ingin menjadi anak pintar ? e. Apakah ingin menjadi terkenal ?

Keempat, peserta didik menjawab dengan cepat dan dapat melihat keaktifan peserta didik daring serta dapat melihat kejujuran pada peserta didik. Dan kelima, peserta didik dapat diberi penghargaan dengan ucapan : “BAGUS”, “ HUUUUUUEEEEEEBAT”, “MANTAPPPP”.

Dapat juga dengan menggunakan flash card pada media pembelajaran saat materi berlangsung. Flash card ini dapat pengajar membuatnya sendiri sesuai dengan materi pelajaran.

Atau dengan Misteri Box dan Unboxing, yaitu memecahkan misteri pada sebuah benda atau kotak. Dalam kotak ini dapat berupa benda, kata-kata, gambar atau materi yang dipelajarinya. Saat daring meet pun peserta didik dapat melakukan senam atau menyanyi.

Perlu diingat saat pembelajaran daring meet ini harus diperhitungkan alokasi waktu untuk melakukan ice breaker. Pemanfaat alokasi waktu ini penting untuk dilakukan saat pembelajaran daring, selain masalah jaringan juga kouta pembelajaran pada jaringan.

Semoga pemanfaatan ice breaker ini dapat menambah semangat dan mendapat pemahanam pada pembelajaran jarak jauh.

Penulis. Alina Aninar, Guru SMP Negeri 3 Ciawi Tasikmalaya