Hilangkan Pegal dengan Rompi Pijat dari UGM

oleh -1 views
Rompi pijat praktis dari UGM/UGM
Arrief Ramdhani
Rompi pijat praktis dari UGM/UGM
Rompi pijat praktis dari UGM/UGM

PIJAT merupakan cara tradisonal yang dilakukan orang Indonesia ketika mendapati badan terasa pegal. Tukang urut dan tempat refleksi menjadi solusi untuk menghilangkan rasa pegal itu.
Namun, mahasiwa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta memiliki solusi lain yang lebih praktis. Ya, mereka membuat rompi pijat praktis. Rompi berbahan parasut tersebut memiliki delapan unit pijat (trigger point) getaran mekanis. Masing-masing unit pijat dilengkapi enam titik infra merah untuk relaksasi otot punggung.

Para mahasiswa itu adalah Aris Prayitno, Syifa Salma, Hilma Tsurayya, dan Agus Budiman. Aris menyebut, untuk mengatur tingkat kecepatan getaran pada rompi pijat hingga 900 rpm bisa dilakukan lewat unit kontrol yang dipasang pada kantong depan rompi. “Berat rompi sekitar satu kilogram menggunakan baterai litium 9,7 volt,” kata Aris, seperti disitat dari situs UGM, Minggu (9/6/2013).

Mahasiswa Teknik Mesin UGM itu menjelasakan, rompi pijat itu memadukan ilmu teknik, sains, dan kedokteran untuk menghasilkan produk kesehatan portabel yang dirancang mengatasi pegal linu secara praktis. Selain nyaman, rompi pijat ini tidak memakan waktu lama dalam mengoperasikannya. “Bisa dipakai hingga 20-30 menit,” paparnya.

Dia mengaku, membutuhkan waktu empat bulan untuk mengembangkan rompi pijat itu. Pasalnya, di awal pengembangan alat tersebut, Aris sempat kesulitan mencari motor getar untuk dipasang di rompi.

Kemudian, dia berinisiatif menggunakan motor berbandul dari stick playstation bekas. Sedangkan unit pijat, Aris memanfaatkan keset pijat refleksi. “Sebelum jadi, saya sudah  empat kali gagal. Trial and error,” ungkap mahasiswa angkatan 2010 itu.

Selain praktis dan bisa dibawa ke mana-mana, rompi dengan biaya pembuatan Rp2 juta itu memiliki tingkat keamanan yang baik. Sebab, rompi tersebut menggunakan arus DC dengan baterai 9,7 Volt. “Kami sudah konsutasi dengan dosen. Tidak menimbul setrum,” urai Aris.

Syifa Salma menambahkan, penentuan titik lokasi pemasangan unit pijat tidak dilakukan sembarang. Hal itu dilakukan berdasarkan hasil anatomi letak posisi saraf, otot dan pembuluh darah di daerah punggung. ”Jadi pemilihan lokasinya dijadikan sebagai titik refleksi,” tutur Syifa.

Keberadaan sinar infra merah, lanjutnya, menimbulkan rasa hangat sehingga bisa melenturkan jaringan kolagen kulit di samping memicu hormon endorphin yang mampu mengurangi rasa nyeri. “Nyeri di punggung akibat akibat pengumpulan asam laktat. Bila asam laktat terurai, rasa nyeri berkurang,” tandasnya.(kampus.okezone.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.