Hari Aksara Internasional Momentum Perkuat Literasi

oleh -15 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

HARI Aksara Internasional (HAI) yang diperingati setiap 8 September menjadi semangat dalam upaya pengentasan tuna aksara yang masih melanda banyak negara. Dalam rangka memperingati hari aksara tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengusung tema ‘Literasi dan Vokasi untuk Pembangunan Berkelanjutan’.

Tema tersebut mengacu pada enam kemampuan literasi, yakni kemampuan baca tulis, berhitung, sains, teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK), keuangan, budaya, serta kebudayaan.

“Definisi literasi untuk abad ke-21 sudah luas. Kemampuan baca, tulis, berhitung tidak cukup. Jadi ada literasi sains, TIK, keuangan, dan lain sebagainya. Dan warga negara kita wajib menguasai literasi itu dulu. Tapi kita saat ini sedang mengejar dua literasi, yakni baca dan tulis supaya mendekati nol,” tutur Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Harris Iskandar di Gedung E Kemdikbud, Jakarta, Jumat (9/9/2016).

Harris mengungkapkan, keaksaraan menjadi alat pemberdayaan personal dan media perkembangan sosial seseorang. Pasalnya, peningkatan kualitas hidup manusia lewat pendidikan sangat erat dengan kemampuan keberaksaraan.

“Oleh sebab kita tidak meninggalkan begitu saja mereka yang buta aksara, tetapi kita berikan program keterampilan dan kecakapan hidup yang bisa memberikan kesejahteraan. Salah satunya melalui keaksaraan usaha mandiri (KUM),” imbuhnya.

Puncak acara HAI sendiri tahun ini akan dilaksanakan pada 20 Oktober di Palu, Sulawesi Tengah. Beberapa agenda yang sudah disiapkan, meliputi festival budaya baca, workshop atau ‘bengkel literasi’ yang mengundang komunitas literasi dan taman bacaan masyarakat (TBM), seminar nasional percepatan pengentasan buta aksara, serta pameran dan lomba-lomba.

“Harapannya program dapat menyebar dan direspon oleh seluruh daerah di Indonesia dalam rangka mengentaskan buta aksara,” tandasnya. (news.okezone.com)