Guru Penentu Keberhasilan Kurikulum

oleh -3 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

PEMERINTAH yang dibantu pakar-pakar pendidikan sudah memperhitungkan beban guru maupun siswa dalam kurikulum 2013. Dengan demikian seharusnya tidak ada kata terbebani, namun semua itu tergantung kepada guru sebagai pelaksana kurikulum.

“Kami yakin penyusun kurikulum 2013 bukan lah pakar-pakar pendidikan sembarangan. Kurikulum baru juga tak langsung diterapkan, tapi melalui serangkaian uji coba,” kata Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati, Mahmud, didampingi guru besar UIN Sunan Gunung Djati, Pupuh Fathurrahman, di ruang kerjanya, Senin (18/8/2014).

Mahmud mengakui konsekuensi dari penerapan kurikulum 2013 dengan adanya penambahan jam pembelajaran, namun tidak akan membebani para siswa. “Semuanya kembali kepada profesionalisme dan kreativitas seorang guru. Kalau guru hanya sekadar menyampaikan pengetahuan lalu memperbanyak pekerjaan rumah pasti akan membebani siswa,” jelasnya.

Pupuh menambahkan, dari hasil penelitian Kemendikbud terhadap guru-guru yang sudah disertifikasi ternyata hanya 40 persen guru bersertifikat yang bermutu dan meningkat kinerjanya setelah mendapatkan tunjangan sertifikasi. Ini artinya lebih banyak guru yang malah bekerja kurang baik setelah mendapatkan tunjangan sertifikasi.

Dia mengakui untuk tidak membuat bosan siswa, maka kurikulum 2013 juga harus ditunjang dengan sarana dan prasarana pendidikan. “Kita mafhum sarana dan prasarana pendidikan di kita tak merata sehingga mutu pendidikan pun jauh berbeda. Antara di kota dan desa di daerah Jawa Barat terjadi jurang mutu pendidikan apalagi dengan Papua atau Maluku,” ujarnya.

Namun, Pupuh juga menyadari masih banyak guru yang tak memahami kuriulum 2013 karena sosialisasi yang terbatas dan minim. “Salah satu kelemahan kurikulum 2013 adalah terburu-buru diterapkan tanpa mempertimbangkan daerah-daerah di Indonesia yang terlalu heterogen,” katanya.(pikiran-rakyat.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.