Guru Kunci Sukses Membangun Kualitas SDM

Tuesday 13 August 2019 , 11:30 AM

Guru membantu murid membuat kincir angin.(prioritaspendidikan.org)

DIREKTUR Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Supriano mengatakan, keteladanan guru dan tenaga pendidik bagi murid menjadi kunci sukses dalam pencerdasan kehidupan bangsa. Pemerintah sangat mengandalkan guru dan tenaga kependidikan dalam membangun kualitas sumber daya manusia.

Ia menuturkan, langkah-langkah meningkatkan mutu guru dan tenaga kependidikan harus terus dipacu. Hal inilah yang melatarbelakangi Kemendikbud untuk kembali menggelar Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi di tahun 2019.

“Acara Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi sebagai langkah konkret menyukseskan visi penerintah yang kini berfokus pada pembangunan manusia dan semangat HUT ke-74 RI “SDM Unggul Indonesia Maju”. Karena guru yang berprestasi dan berdedikasi, bisa menjadi contoh dan teladan bagi murid dan lingkungan ekosistem pendidikannya,” kata Supriano, dalam siaran pers di Jakarta, Senin, 12 Agustus 2019.

Ajang tahunan tersebut diikuti 694 orang guru dan tenaga kependidikan dari 34 provinsi. Peserta terdiri dari unsur guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dan tenaga kependidikan yang merupakan hasil seleksi berjenjang dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, kemudian nasional.

Pada tahun ini mata lomba dibagi menjadi 28 kategori. Kategori tersebut memisahkan tiap jabatan fungsional dan jenjang pendidikan.

Setiap juara masing-masing memperoleh hadiah Rp 10, 15 dan 20 juta. Bagi seluruh peserta yang tidak memperoleh juara, juga akan diberikan apresiasi berupa imbalan prestasi senilai Rp 3 juta karena berstatus sebagai finalis.

“Sebagai hasil seleksi berjenjang, satu provinsi, di tiap kategori mengirim satu orang. Artinya yang ikut Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi besok adalah finalis dan juara dari daerahnya masing-masing,” ucapnya.

Untuk menilai guru berprestasi, Kemendikbud tidak hanya fokus pada kompetensi teknis dan akademis. Tiga kompetensi lain yaitu sosial, profesionalitas, dan wawasan kependidikan, juga akan dinilai.

Uji kemampuan tersebut juga tak hanya dilakukan monoton melalui tes tertulis. Dalam beberapa rangkaian kegiatan para guru dan tenaga kependidikan juga diminta membuat video aktivitasnya selama mengajar di sekolah untuk diunggah secara daring. Selain itu, ada juga aktivitas permainan dan tugas kelompok.

Supriano mengatakan, hal tersebut penting karena para guru di lapangan tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan hafalan. Tapi juga harus mampu memicu diskusi dan melakukan transfer ilmu pengetahuan dengan cara-cara yang kritis sekaligus menyenangkan.

“Dari aktivitas yang beragam, akan kelihatan kemampuan para guru bekerja sama, berkomunikasi, pemecahan masalah, dan literasi digital. Termasuk kedalaman pemahamannya terkait kebijakan pendidikan, perundang-undangan pendidikan, sampai rasa nasionalisme, dan cinta tanah air,” ujar Supriano.

Guru berdedikasi di daerah tertinggal

Kemendikbud memberikan apresiasi khusus untuk guru berdedikasi di daerah terluar, terdepan dan tertinggal. “Kami menyebut kategori ini sebagai daerah khusus. Dalam kategori ini yang dinilai bukan sekedar prestasi, kemudian juga ketegori berdedikasi, dimana para guru yang mengabdi di daerah 3T mendapat apresiasi dari negara,” kata Supriano.

Karena sifatnya sebagai kategori khusus dan menekankan apresiasi pemerintah pada pengabdian para guru, maka aspek penilaian kategori ini dibuat berbeda. Para guru hanya perlu mengumpulkan dokumen dedikasi dan profil pengabdian. Penilaian akan dilakukan lewat presentasi para guru menjabarkan pengalaman kerjanya di lapangan.

Bersama para guru dari kategori lain, penilaian akan dilakukan selama rangkaian Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi yang berlangsung sejak Selasa (13/8) sampai Jum’at (16/8). Para guru dan tenaga kependidikan nantinya juga diajak mengikuti Rapat Sidang Paripurna 16 Agustus di DPR RI, dan Upacara 17 Agustus di Kemendikbud.(pikiran-rakyat.com)

Comments are closed.