Guru dan Murid Masih Adaptasi

oleh -4 views
Ilustrasi (awidyarso65.wordpress.com)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi (awidyarso65.wordpress.com)
Ilustrasi (awidyarso65.wordpress.com)

IMPLEMENTASI Kurikulum 2013 di sekolah telah memasuki bulan ketiga. Namun guru dan siswa mengaku masih beradaptasi dengan kurikulum tersebut.

Kurniawati Sriwulani, waka Kurikulum SMPN 5 Tasikmalaya mengatakan akibat penerapan kurikulum baru itu peran guru yang semula sebatas menjelaskan materi di depan kelas dan memberi tugas, kini berubah. Guru menjadi fasilitator dan dinamisator di dalam kelas.

banner 728x90

“Karena belum punya pengalaman banyak dengan Kurikulum 2013, jadinya saya sebagai guru mengalami gegar budaya. Masih belum luwes melakukan pembelajaran dengan pendekatan scientific, masih terkungkung dengan belajar hanya terjadi di dalam kelas. Padahal lingkungan sekolah dan masyarakat pun bisa menjadi wahana belajar,” kata Wulan kepada Radar Tasikmalaya (Grup JPNN) kemarin (14/9).

Di dalam proses belajar mengajar, siswa diminta aktif mencari hal baru. Umumnya sumber baru itu dari internet maupun buku panduan lain di samping buku dari pemerintah.

Wulan mengungkapkan beban belajar siswa kini tampak berat karena belum terbiasa. Oleh karena itu sudah menjadi kewajiban guru untuk selalu membangun kecapakannya dalam memberikan pengalaman belajar yang lebih baik dan bermutu.

“Meski Kurikulum 2013 berbasis pada keaktifan siswa, tapi tidak berarti tugas guru jadi lebih ringan. Justru guru sebagai fasilitator harus pandai memancing agar siswa lebih aktif. Selain itu, guru juga harus menilai perkembangan siswa secara individual dengan tiga aspek yaitu keterampilan, pengetahuan, dan sikap,” kata dia.

Aurel Abigail Azwar, siswa kelas 7 C SMPN 5 Tasikmlaya mengaku diperintahkan gurunya mencari sendiri materi yang sedang dipelajari. “Tidak bisa santai, belajarnya harus lebih giat lagi karena tugasnya juga banyak,” ungkapnya.

Hal serupa juga dirasakan Salma Khaira Naza dan Najwa Syadzwina kelas 7 A di SMP yang sama.

“Sekarang belajarnya lebih sering berkelompok, mencari data-data lewat buku dan internet, terus mempresentasikan hasilnya di depan kelas,” ujar Salma.(jpnn.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.