Google Indonesia Buka Akademi Machine Learning

Thursday 21 November 2019 , 11:06 AM

google

MELALUI  kemitraan dengan beberapa partner strategis di Indonesia, Google mengumumkan inisiatifnya untuk meluncurkan program pendidikan terstruktur.

Program itu dipacu untuk menghasilkan tenaga teknis berkaliber tinggi bagi para pengembang startup dan perusahaan teknologi kelas dunia yang ada di Indonesia.

Program bernama Bangkit itu bertujuan memajukan ekosistem teknologi di Indonesia secara terukur dan mendukung visi Indonesia untuk menjadi kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Bangkit didesain lewat kerja sama dengan perusahaan-perusahaan teknologi terbaik di Indonesia termasuk Gojek, Tokopedia, Traveloka, universitas-universitas terbaik, serta Bekraf.

Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf mengatakan, semua konten edukasinya akan disampaikan dengan masukan, bimbingan, dan dukungan dari para partner dalam kurikulumnya.

Program itu akan berfokus terutama pada kurikulum Machine Learning yang disusun berdasarkan pada Machine Learning Crash Course (MLCC) Google.

Selain modul machine learning (dan modul pendahulu, Python & Math for ML), akan ada pengembangan keterampilan nonteknis yang berpusat pada metodologi pemikiran desain.

Pengembangan itu termasuk keahlian lain yang berkaitan dengan pengembangan profesi seperti kepemimpinan, keahlian dalam wawancara, penulisan resume, hingga prinsip-prinsip kolaborasi.

Syarat kelulusan akan mencakup tugas akhir dan sertifikasi keterampilan nonteknis.

Kurikulum tersebut akan disampaikan melalui pembelajaran online dan workshop.

Pembelajaran online akan didukung oleh fasilitator sukarelawan dan para ahli lain di bidang masing-masing dengan pilihan workshop untuk eksplorasi dan latihan yang lebih mendalam.

Workshop akan dilaksanakan di kampus universitas partner di empat kota di Indonesia yaitu Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, Departemen Teknik Elektro dan Informasi Universitas Gajah Mada, Fakultas Teknik Universitas Udayana, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung, dan Institut Teknologi Harapan Bangsa.

Gelombang pertama yang terdiri atas 200-300 peserta yang dipilih secara ketat. Program pilot itu akan berfokus pada pemahaman mendalam dan penerapan yang relevan dari konsep serta solusi machine learning.

Program itu akan menyediakan akses yang setara bagi semua peminat dari seluruh Indonesia dan akan berkomitmen melibatkan segmen demografi yang kurang terwakili.

“Kandidat yang berhasil memenuhi persyaratan kelulusan akan mendapatkan kesempatan berkarier di perusahaan-perusahaan teknologi yang paling disegani dan kompetitif di Indonesia atau memulai startup mereka sendiri,” ujar Randy dalam acara Google for Indonesia IV, di Jakarta, Rabu 20 November 2019.(pikiran-rakyat.com)

Comments are closed.