GGW Catat Penyimpangan Dalam Proses PPDB

oleh -4 views
Ilustrasi PPDB
Arrief Ramdhani
Ilustrasi PPDB
Ilustrasi PPDB

POSKO aduan Penerimaan Peserta Didik baru (PPDB) yang dibuka Garut Governance Watch (GGW) sudah menerima delapan aduan terkait adanya penyimpangan dalam proses PPDB. Mayoritas aduan menyoal banyaknya pungutan biaya yang diterapkan sekolah terhadap orangtua siswa baru.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal GGW, Dedi Rosadi, Minggu (6/7/2014). Menurutnya, pungutan pungutan tersebut awalnya tidak terlalu memberatkan. Sejumlah kecil pungutan sudah diterapkan sejak proses PPDB tetapi tidak terdeteksi.

“Kebanyakan modus dari pihak sekolah adalah pada saat pendaftaran, besaran pungutan tidak seberapa. Namun setelah resmi diterima dan berjarak beberapa hari, mulai banyak pungutan biaya yang harus dibayarkan sehingga memberatkan orang tua siswa,” ujarnya.

Dedi mencontohkan, salah satu pungutan tersebut yaitu pembayaran infak yang nilainya ditentukan pihak sekolah. Berdasarkan infestigasi GGW, para orangtua siswa rupanya tidak dilibatkan dalam penentuan besarannya bahkan banyak yang tidak mengetahuinya sejak awal. Oleh sebab itu, Dedi mengimbau agar para orangtua lebih kritis dan banyak bertanya kepada panitia PPDB di sekolah terkait biaya apa saja yang harus dibayarkan bukan hanya pada saat proses PPDB tetapi juga setelahnya.

Kedelapan aduan tersebut berasal dari jenjang pendidikan SD hingga SMA dan tersebar dari Garut bagian utara, tengah, dan selatan. “Jumlah aduan yang 8 itu sifatnya kolektif karena pada faktanya banyak terjadi penyimpangan. Sejauh ini sosialisasi kami mengenai dibukanya posko aduan PPDB sudah berjalan baik dan banyak diketahui oleh masyarakat,” kata Dedi.

Bagi orangtua siswa yang hendak menyampaikan aduan, Dedi menyarankan agar membawa kuitansi pembayaran sebagai alat bukti adanya pungutan. Namun jika belum telanjur membayar pungutan, aduan akan tetap diterima dengan catatan di sekolah yang bersangkutan benar terjadi aksi pungutan liar sehingga tidak menimbulkan fitnah.

Posko pengaduan PPDB GGW beralamat di jalan Sadahurip Nomor 18, Kecamatan Garut Kota. Selain mendatangi langsung, masyarakat juga dapat menyampaikan aduan melalui Admin@g2w.antikorupsi.org maupun g2w.garut@yahoo.com. Setelah masa PPDB berakhir, GGW akan menyerahkan selurun berkas aduan kepada Dinas Pendidikan agar diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Disinggung terkait jenis penyimpangan berupa aksi titip menitip siswa kepada sekolah tertentu. Hingga saat ini GGW belum meneripa adanya aduan resmi. Meski demikian, ada sejumlah laporan yang menyebutkan aksi tersebut terjadi di daerah Cibatu.(pikiran-rakyat.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.