Genjot Peminat S-2 & S-3, ITS Tawarkan Double Degree

oleh -3 views
Logo ITS
Arrief Ramdhani
fhi3na.blogspot.com
fhi3na.blogspot.com

BANYAK cara yang bisa dilakukan universitas guna menumbuhkan keinginan bagi para dosen, terutama dosen muda untuk melanjutkan pendidikan mereka. Seperti yang dilakukan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dengan menggandeng universitas asal Jepang sebagai mitra.
Melalui kerjasama tersebut, para mahasiswa program doktoral akan memperoleh dua ijazah (double degree), yakni dari ITS dan Kumamoto University. Program tersebut mendapat dukungan penuh dari sang rektor, yakni Tri Yogi Yuwono.

”ITS punya kebijakan bahwa dosen yang masih relatif muda kami dorong untuk menempuh pendidikan lanjut di luar negeri. Melalui program ini, dosen ITS diharapkan dapat melanjutkan pendidikan sekaligus mengadaptasi banyak hal yang diperoleh di Jepang untuk dikembangkan di ITS,” ujar Tri Yogi, seperti dilansir oleh Okezone, Minggu (14/7/2013).

Tri Yogi menilai, kerjasama double degree tersebut juga menjadi salah satu upaya yang baik untuk menghidupkan program pascasarjana ITS. Pasalnya, jika merunut Rencana Strategis (Renstra) ITS untuk menjadi perguruan tinggi riset pada 2017, ITS dituntut untuk memiliki komposisi mahasiswa pascasarjana sebesar 20 persen dari total student body.

“Artinya, ITS harus memiliki sedikitnya 3.200 mahasiswa program pascasarjana. Saat ini ITS hanya memiliki sekitar 1.800 mahasiswa pascasarjana,” tuturnya.

Meski demikian, Tri Yogi optimistis program double degree dapat meningkatkan animo lulusan sarjana untuk melanjutkan ke pendidikan magister dan doktor, selain melalui program fast track yang sudah diinisiasi sejak tahun lalu. ”Tahun ini ada sekira 250 fresh graduate yang melanjutkan ke pascasarjana ITS. Ini pencapaian yang baik,” papar Tri Yogi.

Double Degree Program for Doctoral Course dengan Kumamoto Universitya akan memulai penerimaan mahasiswa baru pada April 2014. Namun, pendaftaran sudah dapat dilakukan mulai bulan November hingga Desember tahun ini.

Sejumlah tahapan akan dilakukan, mulai dari seleksi dokumen, email interview, hingga seleksi english score. Program ini mensyaratkan nilai minimal 530 untuk TOEFL, 700 untuk TOEIC, dan 6,0 untuk IELTS.

Selain double degree yang diinisiasi oleh Pascasarjana ITS, setiap jurusan di ITS kini juga diminta untuk mulai menjajaki joint degree dengan perguruan tinggi asing. Tahun ini, ITS menargetkan semua jurusan telah melakukan kerja sama, meski belum sampai tahap penerimaan mahasiswa. ”Hingga saat ini ITS sudah menerima 16 proposal dari semua jurusan untuk mulai menjajaki joint degree,” pungkasnya.(kampus.okezone.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.