Gencarkan Minat Baca Disdikbud Kabupaten Bandung Berangkatkan Guru ke Australia

oleh -3 views
Ilustrasi : Sejumlah anak membaca Alquran. (republika.co.id)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi : Sejumlah anak membaca Alquran. (republika.co.id)
Ilustrasi : Sejumlah anak membaca Alquran. (republika.co.id)

KEPALA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Agus Firman Zaini, memaparkan LRCKB, sebagai bentuk adopsi dan adaptasi dari West Java Leader’s Reading Challenge (WJLRC). Program ini lahir dari kepedulian terhadap pentingnya keterlibatan figur pimpinan dalam menciptakan motivasi yang kuat di lingkungan pendidikan dan masyarakat.

Dijelaskan Agus, sejak 2010 hingga 2013, Disdik Jabar telah mengirimkan lebih dari 400 guru dari 27 kabupaten/kota di Jabar untuk mengikuti training pendidikan di Australia Selatan.

“Pada bulan Juni hingga 23 Desember 2013, kami telah mengirimkan sedikitnya 29 guru pembimbing untuk mengikuti training tersebut melalui penyeleksian yang sangat ketat, kemudian diimplementasikan terhadap siswa-siswanya”, jelas Agus.

Untuk menjadi seorang guru pembimbing, kata Agus ada beberapa hal yang perlu dipenuhi diantaranya memiliki SK penunjukan sebagai pembimbing dari kepala sekolah dan terdaftar di Group LRC Kabupaten Bandung, berprestasi secara akdemis serta menguasai Informasi Teknologi (IT).

“Bagi guru kegiatan ini menjadi salah satu wahana pengembangan profesinya”, ungkapnya

Sasaran peserta program ini adalah para siswa sekolah mulai dari kelas 4 SD sampai dengan 12 SMA/SMK. Program ini menjadi tantangan bagi para siswa, untuk bisa mendorong tumbuhkembangnya kemampuan literasi (membaca dan menulis) dengan membaca buku lebih banyak.

“Kami mentargetkan siswa dapat membaca buku sebanyak 24 buah dalam satu tahun, guru pembimbing bertanggungjawab merekam kemajuan para peserta, memotivasi, mengevaluasi dan melaporkannya untuk dipertimbangkan sebagai penerima penghargaan dalam program LRCKB”, ucapnya.

Adapun buku yang boleh dibaca siswa antara lain buku-buku koleksi perpustakaan sekolah atau umum, koleksi pribadi sepanjang buku itu sesuai dengan tingkat usia, kemampuan, minat, kebermanfaatan dan telah mendapat persetujuan dari guru, orangtua dan pustakawan.(fokusjabar.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.