Gandeng USAID, UPI Latih Inovasi

Tuesday 04 November 2014 , 11:36 AM
Berbagi inovasi pembelajaran hasil kerja kelompok.(USAID Prioritas)

Berbagi inovasi pembelajaran hasil kerja kelompok.(USAID Prioritas)

“Saya merasa berhasil melakukan inovasi pembelajaran karena dua hal. Pertama, kami melakukan persiapan matang hingga larut malam. Kedua, kami bekerja secara tim sehingga bisa saling melengkapi dan mengingatkan secara sinergis.”

DEMIKIAN dikatakan oleh Dessy Damayanti, guru Bahasa Indonesia SMP Lab UPI Bandung usai melakukan praktik mengajar di SMP 12 Kota Bandung (31/10). Praktik mengajar merupakan bagian penting dari rangkaian empat hari pelatihan praktik yang baik dalam pembelajaran di SD dan SMP yang diselenggarakan oleh USAID PRIORITAS bekerjasama dengan UPI Bandung. Pelatihan diikuti oleh 70 orang guru, meliputi 37 orang guru SD dari enam sekolah (SDN Gegerkalong, SDN Isola, SDN Cirateum, SDN Kayuambon 1, SDN Sukarasa 3-4, dan SD Lab UPI) dan 33 orang guru SMP dari tiga sekolah lab dan binaan UPI (SMPN 12 Bandung, SMPN 3 Lembang, dan SMP Lab UPI).

“Kami bekerjasama dengan UPI meningkatkan kapasitas sekolah dalam hal pembelajaran dan manajemen. Kali ini guru-guru di sembilan sekolah lab dan binaan UPI dilatih di sini guna meningkatkan mutu proses pembelajaran dan proses evaluasinya,” ujar Erna Irnawati, coordinator USAID PRIORITAS Jawa Barat.

Chaerul Rochman, staf USAID PRIORITAS Jawa Barat, menelaskan bahwa pelatihan ini difokuskan pada cara mengelola pembelajaran secara efektif, memahami kurikulum 2013, merumuskan pertanyaan tingkat tinggi dalam membuat lembar kerja, mengembangkan penilaian autentik. “Selain itu, peserta juga didorong untuk memperhatikan gender, melayani perbedaan individu, dan mendorong literasi lintas kurikulum,” ujar Chaerul.

“Tadinya saya apriori dengan Kurikulum 2013. Kesannya K-13 itu merepotkan dan berat penerapannya. Tapi, setelah ikut pelatihan ini, ternyata mata saya mulai terbuka mengenai K-13. Saya kini yakin bisa menerapkan K-13 setahap demi setahap,” kata Sapto Utami, SDN 1 Kayuambon

“Saya puas melihat para siswa tampak senang dan sangat antusias. Pada refleksi, siswa menyatakan ingin belajar seperti ini lagi,” ujar Tuti Kustami, guru IPS SMPN 12 Bandung.

“Pada awalnya, agak sulit memancing siswa ‘menanya’ tapi kemudian setelah ada salah seorang siswa yang bertanya siswa lain pada berani mengajukan pertanyaan. Akhirnya 5-M pendekatan saintifik terwujud semua,” Wiwin Sriwulan, guru IPA SMP Lab UPI.

“Anak-anak tampak antusias melakukan pengamatan di luar kelas. Linkungan sekolah menjadi sumber belajar yang menggiatkan anak-anak. Mereka tampak terkesan dengan tahap-tahap pembelajaran. Semua siswa tampak aktif belajar mengamati,” Enung Rini Riani, guru Bahasa Inggris SMPN 3 Lembang.

“Pemajangan karya siswa membuat siswa merasa dihargai. Dari praktik mengajar yang kami lakukan kami bisa membayangkan upaya kreatif apa yang perlu dilakukan ke depan,” Dwi Haryanto, guru Matematika SMP Lab UPI.(USAID Prioritas)

Leave a Reply

Your email address will not be published.