Game Pertolongan Pertama Serangan Jantung dari UB

oleh -4 views
Arrief Ramdhani
UB
Foto : UB

KOLABORASI antara teknologi informasi (IT) dan kedokteran menghasilkan sebuah inovasi baru di bidang medis. Salah satunya seperti yang dihasilkan mahasiswa UB Malang dengan inovasi EMOSCA.
EMOSCA merupakan kepanjangan dari E-Learning Management of Sudden Cardiac Arrest. Karya tersebut lahir dari tangan lima mahasiswa Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (PTIIK) dengan Fakultas Kedokteran (FK) UB, yakni Afiqie Fadhihansah, Billy Novanta Yudistira, Andriawan Hendra Susila, Durrotul Ikrimah, dan Nofi Nurina Ramadhani.

Pengerjaan Program Kreativitas Mahasiswa Karya Cipta (PKM-KC) di bawah bimbingan Tony Suharsono itu berupa edukasi untuk mengenalkan pada masyarakat awam tentang cara pertolongan pertama terhadap orang yang tidak sadar karena serangan jantung atau tidak ada nadi. Selain untuk masyarakat awam, aplikasi ini juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan.

Billy menjelaskan, jantung merupakan inti kehidupan. “Ketika terjadi serangan dan tidak segera ditangani dalam lima menit maka akan terjadi kematian otak,” kata Billy, seperti disitat dari laman resmi UB, Prasetya Online, Minggu (28/7/2013).

Menurut Billy, dari data yang berhasil dihimpun, pasien terkena serangan jantung umumnya langsung meninggal. Salah satunya karena ambulanceyang terlambat datang dan alat emergency sangat susah diakses.

“Di rumah sakit pun, hanya ada di ruangan tertentu seperti Unit Gawat Darurat (UGD) dan Intensive Care Unit (ICU). Di Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang, beberapa peralatan yang tersedia untuk serangan jantung seperti BLS (Basic Life Support) dan ACLF (Advanced Cardiac Life Support),” paparnya.

EMOSCA, kata Billy, diaplikasikan menggunakan game android mengingat saat ini platform android paling banyak digunakan masyarakat Indonesia. Selain itu, open source tersebut mudah dikembangkan untuk umum.

Pembuatan aplikasi game EMOSCA ini membutuhkan waktu sekitar dua bulan meliputi pembuatan desain animasi dan pemrograman. Mereka menggunakan software flash yang compatible pada banyak device, seperti iOS dan desktop.

“Dengan menggunakan sistem poin, level game didasarkan pada kerumitan si penolong. Untuk menjadi penolong manusia bumi terlebih dulu mengikuti kursus di planet jantung,” jelas Billy.

Andriawan menambahkan, pertolongan yang dilakukan EMOSCA didasarkan pada guideline dari American Heart Association (AHA). Ketika ada korban serangan jantung yang terjatuh, penolong akan memeriksa kesadaran dengan menepuk bahu kemudian mengecek denyut nadi.

“Ketika masih ada respon maka segera menghubungi Emergency Medical Services (EMS). Sementara menunggu EMS, penolong bisa mengkoreksi tempat sekitar. Pada tempat yang datar, kemudian penolong bisa memberikan kompresi dada sebanyak lima siklus. Tiap siklusnya terdiri atas 30 kompresi dan dua ventilasi,” ungkap Andriawan.

Poin tertinggi akan diberikan saat tidak ada kesalahan pada pertolongan dengan waktu tercepat sekira empat menit. Hal ini, menurut Andriawan, akan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pertolongan pertama pada serangan jantung.

“Di Singapura, Pembantu Rumah Tangga telah diajarkan melakukan kompresi pada pemberian pertolongan jenis ini,” imbuhnya.(kampus.okezone.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.