‘Full Day School Alternatif Majukan Pendidikan’

oleh -2 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

WAKIL Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Faqih menilai wacana sistem belajar sehari penuh atau full day schooldapat menjadi salah satu alternatif untuk memajukan pendidikan di Indonesia.
Full day school itu jalan tengah, ketika sekolah pulang lebih awal banyak guru yang merasa kurang waktu untuk menyelenggarakan pendidikan,” katanya, Kamis (11/8).

Menurut politikus PKS itu full day school juga menjadi alternatif ketika banyak di antara sekolah-sekolah berprestasi yang mayoritas menerapkan sistem boarding school dimana guru memiliki waktu lebih lama untuk berinteraksi serta memberikan pendidikan kepada anak didik.

Kendati demikian, ia memberikan beberapa catatan terkait rencana penerapan sistem belajar full day school, seperti kesiapan sumber daya manusia untuk berinovasi dalam mengelola aktivitas sekolah.

“Jadi dari segi waktu penyelenggaraan, full day school pas, tapi jika diimbangi dengan sumber daya manusia yang siap mengelola,” ujar mantan anggota DPRD Jawa Tengah itu.

Fikri melanjutkan, guru dan penyelenggara pendidikan harus bisa membuat sebuah inovasi dalam pembelajaran karena banyak hal yang akan mempengaruhi semangat peserta didik dalam belajar dan tetap memiliki waktu bermain.

“Beberapa syarat ketika full day school diterapkan adalah perlu adanya sarana prasarana yang bisa menghilangkan kejenuhan anak dalam kelas, seperti perpustakaan, dan tempat istirahat,” jelasnya.

Kemudian, penyesuaian program sekolah dengan aktivitas soft skillanak didik di luar sekolah dan tidak membebankan peserta didik dengan pekerjaan rumah sehingga anak bisa memanfaatkan waktu yang tersisa semaksimal mungkin bersama keluarga.

Sebelumnya, Mendikbud Muhadjir Effendy menggagas pendidikan dasar (SD dan SMP), baik negeri maupun swasta, menggunakan sistem full day school agar anak tidak sendiri ketika orang tua mereka masih bekerja.

“Dengan sistem full day school ini secara perlahan anak didik akan terbangun karakternya dan tidak menjadi ‘liar’ di luar sekolah ketika orang tua mereka masih belum pulang dari kerja,” katanya di Malang, Minggu (7/8).( republika.co.id)