FSIK Unjani Maknai Ramadan Lewat Endocardium14

oleh -31 views
Logo UNJANI
Arrief Ramdhani
Logo UNJANI
Logo UNJANI

KIRA-KIRA apa yang terpikir di benak pembaca ketika mendengar kata Endocardium? Ya, kata ini memang akrab dengan dunia kedokteran atau setidaknya familier dengan ilmu bilogi.
Jika dilihat dalam kajian anatomi dan jantung, endocardium merupakan selaput tipis berupa jaringan putih mengkilat yang melindungi bagian dalam rongga jantung. Endocardium ini berperan membantu darah mengalir dengan lancar dan mencegah penempelan darah pada dinding jantung.

Namun, apa yang disajikan mahasiswa dan civitas akademica fakultas kedokteran (FK) Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani) bukanlah tentang Endocardium yang merupakan lapisan tipis dari endotelium yang merupakan jaringan penghubung di ruang-ruang jantung tadi. Sama sekali bukan itu maksudnya.

Endocardium’14 merupakan kepanjangan dari Expand Your Companionship in the Month of Ramadhan 2014, kegiatan para mahasiswa di bulan suci Ramadan untuk memperluas persahabatan. Dengan Endocardium itu, semangat dan barokah Ramadan bisa menancap di relung hati para calon dokter ini.

Ketua FSIK Unjani Hardi Cahyo Utomo mengatakan, Endocardium’14 dikemas dalam bentuk pendidikan pesantren kilat. Ada kegiatan tahsin Al-Quran, kajian keislaman, buka puasa bersama hingga berbagai perlombaan yang sarat dengan syiar keislaman.

“Acara penutupannya meriah, setelah buka bersama dan tarawih berjamaah, kita adakan pengumuman pemenang dari beberapa perlombaan seperti MTQ dan kaligrafi. Alhamdulillah acaranya penuh makna,” kata Hardi, di sela-sela kegiatan Endocardium, di Gedung Serba Guna Auditorium FK Unjani, Jalan Terusan Jenderal Gatot Subroto, Kota Cimahi, Rabu (16/7) malam.

Acara yang dihadiri mahasiswa Kedokteran seluruh angkatan itu semakin meriah dengan kehadiran bintang tamu, penceramah dan selebritas yang sedang naik daun, yakni Ustadz Riza Muhammad. Acara yang digarap bareng BEM FK Unjani, Poma, dan Ikatan Alumni FK Unjani ini, juga mengusung kepedulian Palestina.

“Makanya, untuk kegiatan ini kita juga mengambil tema We Stand for the Humanity Save Palestine. Di bulan suci Ramadan, saat kita tenang beribadah namun saudara-saudara kita sedang berjibaku dengan perjuangannya. Sebagai muslim tentunya kita wajib peduli,” katanya.

Hardi menjelaskan, selama kegiatan Endocardium ini, dilakukan penggalangan dana. Dalam dua hari terakhir ini, berhasil mengumpulkan sekitar Rp36 juta. Di antara penyumbang itu ada donatur yang memberikan uangnya sebesar Rp10 juta sebagai ungkapan duka atas para korban.

Selain mengumpulkan dana, serangan Zionis Israel juga sudah mengguncang perpolitikan dunia, sehingga mahasiswa diajak untuk mengeluarkan ide dan pemikirannya agar kondisi saudara muslim di Gaza lebih baik lagi.

“Pasalnya, meski berbagai kecaman muncul dari berbagai negara di dunia, Israel seolah-olah tidak peduli dan tidak mau mendengar berbagai kecaman tersebut. Makanya, kita sebagai mahasiswa memang harus berbuat,” tegasnya.

Endocardium’14 berlangsung hingga tengah malam. Namun, para peserta tetap antusias mengikuti sejak acara dimulai hingga akhir. Misalnya, saat awal acara, dilangsungkan orasi tentang Palestina dari perwakilan alumni, mahasiswa dan dekanat. Suasana semakin haru tatkala diputar video tentang perjuangan rakyat Palestina.

Ketua Ikatan Alumni FK Unjani, dr Omat Rachmat SpOT dalam orasinya mengatakan, apa yang terjadi di Gaza Palestina adalah tragedi kemanusian. Umat Islam di sana sedang dihinakan, direndahkan martabatnya sebagai manusia.

“Ketika disebut Gaza, kepalkan tangan seraya takbir. Gaza! Allahu Akbar! Gaza! Allahu Akbar! Gaza! Allahu Akbar! “ suara Omat bersama ratusan peserta acara ini bergema di gedung serbaguna.

Israel, katanya, menerapkan standar ganda. Dia membabibuta membunuh orang sipil yang tak berdaya, namun ternyata, ketika ada beberapa tentara Israel yang tewas, mereka menuduh Palestina dan Hamas adalah teroris. Padahal, Israel teroris sesungguhnya.

“Kita belum bisa menyisihkan tenaga fisik sebagai kebutuhan relawan medis, namun kita menyisihkan rezeki untuk membantu Gaza. Sejak 2007 mereka diisolasi, sukarelawan yang mau masuk dihambat. Tenaga medis saja dihambat. Kita membantu dengan kemampuan kita, secara fisiknya kalau bisa, harta, dan doa,” tutupnya.

Seusai orasi, acara dilanjutkan pemberian dana untuk rakyat Palestina yang jadi korban kebiadaban Israel tersebut. Bantuan yang terkumpul itu diberikan melalui Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) perwakilan Jawa Barat yang turut hadir dalam rangkaian acara endocardium.

Acara diakhiri dengan tausiah oleh Ustaz Riza Muhammad. Dengan suasana yang santai dan menghibur, ustaz ini mengupas tentang pergaulan dalam Islam. Sekitar dua jam dia menyampaikan adab pergaulan yang seharusnya menjadi koridor generasi muda Islam.(inilahkoran.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.