ForMIND Ajang Kumpul Peneliti Muda

oleh -4 views
ForMIND Ajang Kumpul Peneliti Muda.(inilahkoran.com)
Arrief Ramdhani
ForMIND Ajang Kumpul Peneliti Muda.(inilahkoran.com)
ForMIND Ajang Kumpul Peneliti Muda.(inilahkoran.com)

PENELITI muda Indonesia punya wadah berkumpul. Namanya Forum Peneliti Muda Indonesia atau disingkat ForMIND.
Terbentuknya ForMIND merupakan upaya untuk menyatukan seluruh peneliti muda Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dengan beragam latar belakang. Gunanya untuk bersama-sama berorientasi memberikan kontribusi konstruktif pada pemecahan masalah-masalah bangsa.

“Tujuan untuk menghadirkan pemecahan masalah yang akhirnya mencapai kesejahteraan rakyat Indonesia,” ujar Ketua ForMIND Acep Furqon saat jumpa wartawan di Bumi Sangkuriang, Jalan Kiputih Kota Bandung, Selasa (28/10/2014).

Dia tak memungkiri jika permasalahan bangsa Indonesia yang semakin rumit dan kompleks akan menjadi kendala utama keberlanjutan bangsa ini pada masa mendatang. Maka dari itu ForMIND mencoba hadir untuk mencari solusi permasalahan-permasalahan tersebut.

Generasi muda dinilai memiliki peran yang sangat penting dalam membawa Indonesia ke depan melalui kontribusi penerapan ilmu dan teknologi dalam berbagai aspek kehidupan.

“Tentunya ForMIND akan berinisiatif melakukan komunikasi dan kerja sama riil secara kontinu dengan pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi dan lembaga riset terkait, sektor swasta, serta komponen bangsa lainnya,” papar dia.

Menurutnya, kelahiran ForMIND akan menjadi kebangkitan dan sejarah baru dalam menata dan mengarahkan keinginan para peneliti muda dari berbagai disiplin ilmu, dari berbagai lembaga dan berbagai perguruan tinggi.

Sementara itu, Dewan Pembina ForMIND, Ketut Wikantika mengatakan, Desa Binaan jadi agenda perdana dari ForMIND. Mulanya, Desa Binaan akan dilakukan di provinsi Jawa Barat.

Ketut mengatakan, Jabar akan menjadi lokasi pertama program Desa Binaan. Itu karena pihak ForMIND turut melanjutkan program yang telah diselenggarakan oleh Biofarma sebagai mitra.

“Biofarma sudah ada Desa Binaan, makanya kami coba ikut dalam kegiatan tersebut,” ujar Ketut.

Lebih jauh Direktur Biofarma Iskandar mengatakan, sudah dua tahun ini pihaknya fokus pada Desa Binaan. Lokasinya di Taman Jaya Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, desa tersebut memiliki kekayaan yang bisa digali.

“Kita dan ForMIND akan jadikan desa itu geowisata. Akan menjadi sesuatu yang tradisional menjadi kelas dunia. Kita akan mengeksplor kekayaan desa tersebut hingga akhirnya mampu meningkatkan perekonomian desa setempat,” terang Iskandar.

Dalam program tersebut, ForMIND akan mengamati apa yang menjadi daya jual pada sebuah desa. Setelahnya, potensi tersebut akan dikembangkan sehingga mampu menjadi daya tarik para wisatawan baik dalam maupun luar negeri.(inilahkoran.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.