FKIP Dituntut Rekonstruksi Kurikulum

oleh -4 views
Ilustrasi Kurikulum 2013
Arrief Ramdhani
kurikulum2013a
Ilustrasi Kurikulum 2013

FAKULTAS Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) di setiap universitas dituntut merekonstruksi kurikulum, untuk menetapkan standar minimum kualitas sarjana lulusan strata satu FKIP. Melalui rekonstruksi tersebut, akan tercapai kesetaraan lulusan FKIP se-Indonesia.

Tim Kurikulum Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Pendidikan Tinggi (Dikti), Endrotomo, di depan peserta “Workshop Rekonstruksi Kurikulum FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS)”, Kamis (5/6/14), mengungkapkan, kurikulum FKIP harus disesuaikan dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Hal itu untuk menyatakan standard minimum kualitas yang ditetapkan.
“Artinya adalah, kalau lulusan UNS dibandingkan dengan lulusan perguruan tinggi lain, misal dengan UI (Universitas Indonesia) atau UNAIR (Universitas Airlangga), harus ada batas standar minimum yang sama,” jelasnya.

Dosen Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya itu menyatakan, untuk mencapai kesetaraan lulusan FKIP se-Indonesia, masing-masing asosiasi program studi (prodi) harus berembug merumuskan standar minimum. Hasil rumusan harus dipahami dalam pandangan dan sikap yang sama, sehingga tidak ada standar yang berbeda.

“Keterampilan umum masing-masing lulusan harus sama. Sebagai contoh dalam menyusun skripsi, kalau satu menyusun semua juga harus menyusun. Kemudian, misalnya prodi olahraga, nanti kualifikasi lulusannya seperti apa, asosiasi prodi tersebut harus menyatakan standar minimumnya,” sambung Endrotomo.

Koordinator Forum FKIP Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia, Prof. Dr. Furqon Hidayatullah, mengungkapkan, pembaruan dan rekonstruksi kurikulum FKIP tersebut mengacu pada KKNI, Kurikulum 2013 dan Pendidikan Profesi Guru (PPG). KKNI digunakan sebagai acuan tingkat kualifikasi lulusan FKIP.

Sedangkan Kurikulum 2013 wajib dipahami lulusan FKIP, sebab kelak mereka merupakan pelaksana kurikulum tersebut.

“PPG dengan kurikulum juga harus nyambung, mulai dari jenjang strata satu sampai ke PPG. Hal itu harus dirancang dan itu butuh waktu, tidak bisa dalam waktu singkat,” ujar Prof. Furqon.(pikiran-rakyat.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.