Festival Sisingaan Tingkat SD Lestarikan Budaya Daerah

oleh -4 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
siswa SD se-Kabupaten Subang yang mewakili sekolahnya mempu menunjukkan kebolehannya memainkan sisingaan.
Siswa SD se-Kabupaten Subang yang mewakili sekolahnya mempu menunjukkan kebolehannya memainkan sisingaan.

SISINGAAN merupakan kesenian khas Subang  yang dikenal sampai ke mancanegara, harus terus dilestarikan. Selain terus menerus diperkenalkan ke generasi penerus, mulai dari kalangan TK sampai remaja, juga tidak kalah pentinya, regenerasi pemain sisingaan.

Memang diakui sebelumnya, pemain Sisingaan biasanya dimainkan kalangan “sepuh”, kini sudah mulai para pemainnya itu tidak hanya dari kalangan remaja, tapi anak-anak SD sudah piawai memainkan Sisingaan wapaupun tanpa ditunggangi.

Berkenaan upaya melestarikan keseniaan Sisingaan, awal Maret lalu diadakan Festival Budaya Subang dalam rangka melestarikan budaya tradisional sejak dini dengan pesertanya anak-anak SD.

Menurut Ketua Panitia Festival Budaya, Yuyun Gunadi, pesta budaya ini selain untuk menumbuhkan kecintaan terhadap seni Sisingaaan khas Subang, juga sebagai regenerasi agar keseniaan Sisingaan tidak punah dilindas budaya barat.”

“melalui Festival Seni Sisingaan, diharapkan budaya leluhur khas Subang tidak punah. Diakui  Yuyun, dalam berbagai acara seni budaya Sisingaan yang sudah terkenal di mancanegara kini jarang ditampilkan,” katanya

Kegiatan festival budaya ini boleh dikatakan sebagai salah satu upaya untuk mengembangkan semua kegiatan yang merangsang kecerdasan anak, salah satunya dengan memfasilitasi mereka untuk mengembangkan diri di bidang kecerdasan estetika seni seperti kegiatan festival budaya sisisngaan.

Seni Sisingaan dipilih karena selain sebagai kesenian khas Subang, juga dalam upaya melestarikan budaya lokal yang sekarang ini sudah mendunia, sehingga harus terus menerus dipertunjukkan dalam berbagai acara.

Dalam festival budaya tersebut ratusan siswa SD se-Kabupaten Subang yang mewakili sekolahnya mempu menunjukkan kebolehannya, membuat penonton terpaku termasuk para juri yang melakukan penilaian.

Mereka berlenggak-lenggok mengikuti iringan musik khas Sunda, sembari memainkan sisingaan yang ukurannya disesuaikan kekuatan tubuh anak-anak.
 (Ahya Nurdin, BiroSubang).***

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.