EYD Kini Berubah Nama Menjadi PUEBI

Tuesday 16 August 2016 , 8:10 AM
Ilustrasi

Ilustrasi

BADAN Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Indonesia belum lama ini merilis Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) sebagai pengganti dari Ejaan yang Disempurnakan (EYD). Perubahan ini telah ditetapkan di dalam Peraturan Menteri dan Kebudayaan (Permendikbud) RI Nomor 50 Tahun 2015 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.

Ada beberapa hal yang melatarbelakangi perubahan ejaan bahasa Indonesia ini. Pertama, dampak kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang telah menyebabkan penggunaan bahasa Indonesia dalam berbagai ranah pemakaian, baik secara tulis maupun tulisan, menjadi semakin luas. Hal ini membuat diperlukannya perubahan pada ejaan bahasa Indonesia.

Kedua, perlunya menyempurnakan PUEBI untuk memantapkan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa negara, kemudian juga menjadi alasan dilakukannya perubahan.

Perubahan nama EYD menjadi PUEBI ini, menurut Kepala Bidang Pemasyarakatan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Indonesia Drs Mustakim, M.Hum, dilakukan karena banyaknya kritikan yang muncul di masyarakat dengan pemakaian nama EYD.

“Banyak kritikan dari masyarakat, soalnya Ejaan yang Disempurnakan (EYD) tidak sempurna-sempurna,” ujarnya sambil bergurau saat membuka acara kegiatan ‘Penyegaran Keterampilan Berbahasa Indonesia bagi Insan Media Massa’ yang diadakan di Hotel Park, Cawang, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

Menurut Kepala Pusat Pembinaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Indonesia, Profesor Dr Gufran Ali I, M.S, penyegaran diperlukan karena bahasa merupakan perangkat atau piranti penting untuk mempersatukan masyarakat Indonesia. “Bahasa berperan sebagai perangkat dan piranti penting untuk mempersatukan kita, jadi perlu dilakukan penyegaran,” ujarnya.

Sekadar diketahui, selain mengubah sistem ejaan bahasa Indonesia dari EYD menjadi PUEBI, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Indonesia juga akan mencetak Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi kelima pada Oktober. Dalam perilisian KBBI edisi kelima ini, Badan Bahasa mengajak masyarakat umum ikut serta menyumbangkan kosakata atau istilah yang nantinya dapat digunakan sebagai lema di kamus edisi terbaru tersebut. Masyarakat dapat menyumbang kosakata atau istilah itu melalui kbbi.kemendikbud.go.id. (news.okezone.com)

 

 

Comments are closed.