Era Digital, Orangtua Perlu Ganti Pola Asuh

Friday 08 November 2019 , 7:19 AM

Ilustrasi.(prioritaspendidkan.org)

ORANG  tua jangan apatis terhadap perkembangan teknologi. Pasalnya, di era penetrasi internet dan gawai, arus informasi dan komunikasi akan melekat dalam segala bentuk proses tumbuh kembang anak.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Harris Iskandar mengatakanf bahwa perlu strategi khusus untuk mendidik anak di era digital. Pola asuh yang diterapkan orang tua di era sebelum internet, tidak relevan lagi dengan karakter anak era 4.0  yang kerap disebut susah diatur, sulit fokus, dan agak narsistik.

“Hal itu kerap kali membuat kesulitan tersendiri bagi orang tua untuk dalam mengasuh anak. Di tengah lonjakan pertumbuhan penduduk yang luar biasa, ini terjadi di tengah abad digital, sehingga memerlukan berbagai tips dan strategi dalam pengasuhan yang baik itu seperti apa,” kata Harris dalam acara Apresiasi dan Anugerah Orang Tua Hebat di Balai Kartini, Jakarta, Rabu 6 November 2019 malam.

Ia menyatakan, orang tua harus terus belajar bagaimana mengasuh dan mengembangkan anak di era digital. Harris mengungkapkan, saat ini terdapat 171 juta pengguna internet di Indonesia atau 76% dari total populasi masyarakat. Sebanyak 19,6% pengguna internet melebihi 8 jam per hari.

“Kondisi tersebut cukup berbahaya bagi anak-anak, apalagi orang tua, yang seharusnya dapat mengendalikan aktivitas anak justru ikut terpapar gawai. Sekarang memasuki era digital divide jilid dua. Yaitu bukan lagi ketimpangan antara akses, tapi antara orang tua yang memberikan izin pada anaknya untuk mengakses internet dengan yang tidak,” katanya.

Untuk membantu orang tua, ucap Harris, Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Kemendikbud terus melakukan workshop secara berkala. Kemendikbud juga menerbitkan modul pelatihan. Seperti modul Seri Pendidikan Orang Tua, Pengasuhan Positif dan modul Seri Pendidikan Orang Tua-Mendidik Anak di Era Digital yang isinya dapat didiskusikan para orang tua.

“Kita diskusikan bagaimana baiknya menangani anak di era digital karena tidak bisa hanya dengan satu kalimat. Itu perlu dialog bahkan yang terpapar duluan kan sering kali orang tuanya dulu. Orang tuanya mana bisa mengendalikan kalau dia sendiri terpapar,” ucapnya.(pikiran-rakyat.com)

Comments are closed.