Jepang Kembali Dibuka untuk Turis Asing

Neli Krismawati

Penulis : Neli Krismawati
Editor : Asop Ahmad

0

0

Ekonomi
1664011900481_1664011907

Shibuya Crossing, Jepang

SIAPBELAJAR.COM - Jepang akan kembali membuka pintunya untuk turis asing setelah lebih dari dua tahun menutup perbatasan karena pandemi Covid.

Mulai 11 Oktober, wisatawan akan dapat mengunjungi Jepang tanpa visa dan tidak perlu lagi melalui agen perjalanan. Batas kedatangan harian juga akan dicabut.

Pengumuman Jepang datang bersamaan dengan waktu yang sama ketika Taiwan dan Hong Kong melonggarkan aturan masuk bagi pengunjung.

Taiwan akan membatalkan persyaratan karantina untuk kedatangan internasional pada pertengahan Oktober, sementara Hong Kong mengatakan akan beralih dari karantina hotel ke persyaratan tinggal di rumah mulai 26 September.

Untuk Jepang, gelombang masuk wisatawan yang diantisipasi akan menjadi dorongan yang disambut baik oleh pemerintah dan bisnis lokal serta datang ketika yen Jepang telah merosot ke titik paling lambat terhadap dolar Amerika Serikat dalam enam bulan.

“Jepang akan melonggarkan tindakan pengendalian perbatasan agar setara dengan Amerika Serikat” kata Perdana Menteri, Fumio Kishida.

Jepang telah mengizinkan pengunjung sejak bulan Juni lalu, namun mereka harus menjadi bagian dari tur dari agen perjalanan.

Skema Insentif Perjalanan Domestik

Mr Kishida juga mengumumkan skema insentif perjalanan domestik yang akan memberikan diskon perjalanan, harga taman hiburan, acara olahraga dan konser. Penduduk dan warga negara Jepang akan memenuhi syarat untuk subsidi sebesar 11,000 yen atau sekitar Rp 1,1 juta.

Program serupa juga telah diperkenalkan pada pembukaan kembali negara lain untuk mendorong penduduk setempat untuk berbelanja dan mendorong ekonomi.

Namun, seperti yang terjadi di tempat lain, kenaikan biaya hidup telah menjadi perhatian dominan bagi penduduk setempat.

Perbatasan Akibat Pandemi Covid

Negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia itu merupakan salah satu kekuatan Asia terakhir yang menutup perbatasannya karena masalah kesehatan Covid.

Tingkat kematiannya merupakan yang terendah di antara negara-negara terkaya di dunia, sementara tingkat vaksinasinya termasuk yang tertinggi.

Tidak Menerapkan Protokol Kesehatan dan Jumlah Wisatawan pada Tahun 2019

Jepang juga tidak pernah mengamanatkan lockdown ataupun pemakaian masker, namun banyak penduduk setempat dengan mudah mengadopsi perlindungan.

Jepang melihat hampir 32 juta orang asing berkunjung pada tahun 2019 sebelum pandemi.

Pembatasan pada wisatawan dalam beberapa bulan terakhir telah menghalangi banyak orang asing untuk berkunjung.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1667268441104_1667268494

Ekonomi

Indonesia Gandeng Jepang Bangun Informasi Bidang Ketenagakerjaan

SIAPBELAJAR.COM - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berencana mengadakan kerja sama dengan Jepang untuk membangun sistem informasi pasar kerja, pengawas ketenagakerjaan, dan program terkait peker
1666923401556_1666923421

Belajar

Aturan Penggunaan Masker di Santa Clara University

SIAPBELAJAR.COM - Santa Clara University (SCU) tidak akan lagi mewajibkan mahasiswanya untuk mengenakan masker di dalam ruang kelas, kecuali ketika seorang anggota pengajar meminta mereka untuk mela
1666923184919_1666923198

Belajar

Kebijakan Penggunaan Masker di Stanford University

SIAPBELAJAR.COM - Stanford University telah mengumumkan perubahan kebijakan masker untuk mahasiswa, staf dan pengajar di ruang kelas.Pihak universitas telah menghapus mandat masker di ruang kelas se
1665280988261_1665281002

Belajar

Aturan Penggunaan Masker di Rutgers University

SIAPBELAJAR.COM - Rutgers University, Amerika untuk sementara ini mengembalikan mandat penggunaan masker, mengharuskan semua orang di universitas untuk memakai masker di perpustakaan di kampus.Peng
1664755767092_1664755784

Keluarga

5 Obyek Wisata Jepang Ini Punya Lanskap Terindah

SIAPBELAJAR.COM - Pemerintah Jepang akhirnya membebaskan visa untuk turis individu mancanegara mulai 11 Oktober 2022. Negeri Sakura tersebut juga akan menghapus banyak aturan pembatasan dan kem