APBN 2023 Dirancang Fleksibel Hadapi Gejolak Ekonomi dan Ketidakpastian Global

Jojon, S. Kom

Penulis : Jojon, S. Kom
Editor : Danang Hamid

0

0

Ekonomi
1660086122853_1660086151

Menkeu Sri Mulyani

SIAPBELAJAR.COM – Dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang diselenggarakan pada Senin (08/08), Pemerintah mempersiapkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2023 yang nantinya akan diserahkan oleh Presiden Joko Widodo kepada Dewan Perwakilan Rakyat pada tanggal 16 Agustus 2022.

“Jadi ini adalah arahan terakhir dari Bapak Presiden sebelum kita memfinalkan,” ungkap Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam keterangannya selepas mengikuti SKP yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

Menkeu mengatakan, dalam SKP tersebut dibahas desain RAPBN Tahun 2023 dalam situasi dimana perekonomian global sedang mengalami guncangan dan gejolak, serta adanya ketidakpastian yang sangat tinggi. Oleh karena itu, APBN 2023 akan dirancang agar mampu menjaga fleksibilitas dalam mengelola gejolak perekonomian dan ketidakpastian global yang terjadi.

“Ini kita sering menyebutkan sebagai shock absorber. Namun, di sisi lain Bapak Presiden juga meminta agar APBN tetap dijaga supaya tetap kredibel dan sustainable atau sehat, sehingga ini adalah kombinasi yang harus dijaga” tandas Menkeu.

Lebih lanjut Menkeu menjelaskan bahwa pada tahun 2022 dunia akan diproyeksikan mengalami pelemahan pertumbuhan ekonomi, sementara inflasinya meningkat. Hal ini didukung dengan Dana Moneter Internasional (IMF) yang telah menurunkan proyeksi ekonomi global dari 3,6% ke 3,2% untuk tahun ini dan dari 3,6% menjadi 2,9% untuk tahun 2023.

“Ini artinya bahwa lingkungan global kita akan menjadi melemah, sementara tekanan inflasi justru meningkat. Menurut IMF, tahun ini inflasi akan naik ke 6,6% dari sisi di negara maju, sementara inflasi di negara-negara berkembang akan pada level 9,5%,” jelas Menkeu.

Sementara itu, Menkeu menyampaikan juga arahan Presiden terkait defisit APBN Tahun 2023 harus di bawah 3% untuk menjaga sisi sustainabilitasnya. Untuk itu dari sisi belanja negara, Menkeu menyebut akan tetap mendukung berbagai prioritas nasional yakni pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama, kemudian pembangunan infrastruktur termasuk Ibu Kota Nusantara, serta penyelenggaraan Pemilu.

“Kita akan menggunakan instrumen belanja pusat dan daerah untuk bisa mendukung berbagai program-program prioritas nasional dan juga dari sisi pembiayaan seperti akumulasi dari Dana Abadi Pendidikan yang akan terus dikelola sebagai juga warisan untuk generasi yang akan datang, maupun sebagai mekanisme untuk shock absorber.”

Selanjutnya dari sisi pendapatan negara, Menkeu mengatakan yang menjadi perhatian yaitu penerimaan pajak dari komoditas yang sangat tinggi mungkin tidak akan terulang pada tahun depan. Demikian halnya dengan penerimaan bea cukai. pungkas Menkeu.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1661907625758_1661907655

Trending

BBM Naik, Pemerintah Berikan 3 Jenis Bansos

SIAPBELAJAR.COM - Pemerintah kembali membuat kebijakan baru dengan cara memberikan bantuan sebesar Rp 24,17 triliun kepada masyarakat sebagai tambahan bantuan sosial atas rencana pengalihan subsidi ba
1661257555214_1661257570

Ekonomi

Menkeu Laporkan Realisasi Anggaran 2021 ke DPR RI

SIAPBELAJAR.COM - Realisasai pendapatan negara pada APBN tahun 2021 tercatat mencapai Rp2.011,3 triliun, sementara realisasi belanja negara pada APBN tahun 2021 mencapai Rp2.784,4 triliun. Hal ini diu
1661137469096_1661137490

Ekonomi

Ekonomi 2022 Menguat Signifikan di Tengah Ketidakpastian & Tren Perlambatan Global

SIAPBELAJAR.COM - Meskipun dihadapkan pada ketidakpastian dan tren perlambatan ekonomi global, pemulihan ekonomi nasional semakin menguat pada triwulan II-2022. PDB nasional tumbuh kuat sebesar 5,4% p
1661136103287_1661136127

Belajar

Simak Pengumuman Beasiswa LPDP Tahap 2 Hasil Seleksi Administrasi 2022

SIAPBELAJAR.COM - Bagi pendaftar Beasiswa LPDP tahap 2 pasti sudah tak sabar untuk mengetahui hasil seleksi administrasi. Pengumuman hasil seleksi administrasi Beasiswa LPDP Tahap 2 tahun 2022 segera
1660267235719_1660267258

Ekonomi

Pergeseran Resiko Perekonomian Global

SIAPBELAJAR.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa risiko perekonomian dunia telah bergeser dari sebelumnya pandemi Covid-19, saat ini risiko berasal dari tekanan ek