Usaha Pemerintah Memajukan UMKM di Era Digital

Jojon, S. Kom

Penulis : Jojon, S. Kom
Editor : Asop Ahmad

0

0

Ekonomi
1659323373915_1659323477

Kemendikbud Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital Lewat Gernas BBI

SIAPBELAJAR.COM - Dalam rangka mendukung pemanfaatan teknologi digital untuk proses pemasaran produk dalam negeri, Pemerintah Indonesia menggelar Kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) #SemangatSulbar di Anjungan Pantai Manakarra, Desa Rimuku, Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (29/7).

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di Sulbar dalam memanfaatkan media digital secara lebih optimal dan masif guna mengembangkan UMKM setempat.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Kemendikbudristek Kiki Yulianti mengungkapkan acara ini menandai dimulainya seluruh rangkaian kegiatan menuju panen (harvesting) Gernas BBI.

Selain itu, acara ini juga bertujuan meningkatkan UMKM, industri kecil menengah (IKM) dan artisan menuju ekosistem digital, mendongkrak transaksi penjualan serta melakukan pendampingan dalam memulai kewirausahaan dalam upaya peningkatan ekonomi bangsa Indonesia.

"Hal yang membedakan antara acara yang diampu Kemendikbudristek dengan kementerian dan lembaga lainnya adalah kami mengikutsertakan satuan pendidikan berbagai jenjang dan jalur, untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan Gernas BBI," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Minggu (31/7/2022).

Pelatihan dan Pendampingan

Berdasarkan data Kemendikbudristek, UMKM dan satuan pendidikan vokasi di Sulbar membutuhkan pelatihan pengemasan produk yang kreatif dan ramah lingkungan, pengelolaan keuangan, produksi dan distribusi, strategi penjualan di e-commerce (lokapasar), dan pemasaran digital. Terutama untuk kategori produk makanan dan minuman, olahan pertanian dan perkebunan (non makanan dan minuman), industri kreatif/kerajinan, fesyen, dan jasa.

Kiki berharap melalui kegiatan kali ini para peserta dapat menambah wawasan, pengetahuan dan keahliannya dalam menunjang proses menjalankan UMKM lokal, salah satunya lewat digital marketing.

Kiki mengungkapkan setidaknya terdapat 309 SMK di Sulbar dan 208 UMKM binaan Bank Indonesia Sulbar. Lalu, ada 20 UMKM di Sulbar dan satu satuan pendidikan vokasi yang bermitra dengan platform penjualan daring dalam menjalankan bisnisnya.

"Permasalahan dalam pengembangan UMKM di Mamuju adalah keterbatasan biaya produksi, pasar dan cara memasarkan. Contohnya produksi yang hanya berdasarkan pesanan dan pemasarannya sebatas lingkungan sekitar. Namun saya yakin bahwa pelaksanaan Gernas BBI Semangat Sulbar akan semakin mendukung UMKM yang telah berkembang di daerah ini dan menguatkan langkah serentak kita mewujudkan Merdeka Belajar," tuturnya.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1660352134173_1660352162

Belajar

5 Jenis Bantuan Pendidikan Kemendikbud

SIAPBELAJAR.COM – Pemerintah melaui Kemendikbudristek menyalurakan beberapa jenis bantuan untuk pendidikan. Bantuan diberikan dalam upaya meringankan biaya pendidikan agar setiap anak yang sedang me
1660351367567_1660351399

Belajar

Kemendikbud Siapkan Beasiswa untuk Peserta IOI 2022 Asal RI

SIAPBELAJAR.COM - Indonesia tengah menjadi tuan rumah ajang International Olympiad in Informatics (IOI). Ajang ini digelar di Yogyakarta mulai 7-15 Agustus 2022.Olimpiade Informatika tingkat Internasi
1660350928913_1660350950

Belajar

Pendidikan Indonesia Pulih Bangkit Lebih Cepat & Kuat dengan Dukungan Teknologi

SIAPBELAJAR.COM - Proses pembelajaran di era pandemi memaksa tenaga pendidik, peserta didik, dan orang tua untuk beralih menggunakan teknologi. Saat ini, dalam pemulihan pembelajaran pascapandemi, Kem
1660266767246_1660266779

Belajar

17 Universitas Top Indonesia Buka Kelas Bisnis Gratis untuk Mahasiswa

Baca Juga Korea Selatan Alami Banjir Besar
1660266419156_1660266457

Belajar

Moge Kayu Tenaga Listrik Karya SMK Tampil di Hakteknas

SIAPBELAJAR.COM - Menyiapkan tenaga kerja yang kompetitif dan mendorong kemajuan teknologi untuk pendidikan merupakan salah satu fokus Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendi