OJK Peringatkan Investasi Palsu

Jojon, S. Kom

Penulis : Jojon, S. Kom
Editor : Asop Ahmad

0

0

Ekonomi
1656287456147_1656287804

Otoritas Jasa Keuangan

SIAPBELAJAR.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia terus mengeluarkan himbauan agar masyarakat berhati-hati dalam menjalankan usaha model Investasi, semenjak pandemi Covid 19 banyak sekali investasi online yang beredar di Indonesia dan menjanjikan banyak keuntungan

Aktifnya media sosial dan banyaknya pengguna media sosial tersebut membuat aplikasi investasi online menjadi sangat disukai bahkan menjadi salah satu alternatif penghasil rupiah

Namun jangan salah, kita mesti hati-hati jangan sampai terjebak dengan iming-iming yang menggiurkan, alih-alih dapat untuk malah kita buntung  

Ciri utama penipuan berkedok investasi online adalah tidak dimilikinya dokumen perizinan yang sah dari regulator (pengawas) terkait seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, Bappebti - Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, dan lain-lainnya.

Baca juga: Jokowi ke Rusia dan Ukraina, Ma’rup Amin Pimpin Pemerintahan

Ketentuan Pengelola Keuangan

Berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang ada, saat ini ada beberapa jenis izin usaha untuk melakukan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi :

1. Berdasarkan Undang-undang No. 10 tahun 1998 yang merupakan perubahan atas Undang-Undang No. 7 tahun 1992 tentang perbankan, bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Setiap pihak yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan, wajib terlebih dahulu mendapatkan izin usaha sebagai Bank dari Bank Indonesia (sebagai informasi, mulai 2014 perizinan dan pengawasan Bank akan beralih ke OJK).

2. Berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (Undang-undang Pasar Modal), izin usaha Manajer Investasi diberikan oleh Bapepam dan LK. Adapun lingkup kegiatan usaha Manajer Investasi meliputi pengelolaan portofolio Efek untuk para nasabah atau mengelola portofolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah.

Dana yang dikelola oleh Manajer Investasi diinvestasikan pada instrumen Efek sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Pasar Modal, yaitu surat berharga yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif (produk turunan) dari Efek.

3. Sedangkan izin usaha Pialang Perdagangan Berjangka (Pialang Berjangka) diberikan oleh Bappebti berdasarkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi. Izin usaha ini mencakup kegiatan yang berkaitan dengan jual beli komoditi

Berdasarkan kontrak berjangka atas amanat nasabah dengan menarik sejumlah uang dan atau surat berharga tertentu sebagai margin untuk menjamin transaksi tersebut.

Kenali Cirinya

Pada umumnya perusahaan penipu tersebut berbentuk badan usaha seperti Perseroan Terbatas (PT) atau Koperasi Simpan Pinjam dan hanya memiliki dokumen Akta Pendirian/Perubahan Perusahaan, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Keterangan domisili dari Lurah setempat, dengan legalitas usaha berupa Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP).

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36/M-DAG/PER/9/2007 tentang Penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan, diatur bahwa Perusahaan dilarang menggunakan SIUP untuk melakukan kegiatan “menghimpun dana masyarakat dengan menawarkan janji keuntungan yang tidak wajar (money game)”.

Pada beberapa kasus, ditemukan pula perusahaan pengerah dana masyarakat yang mengakui dan menggunakan izin usaha perusahaan lainnya dalam operasinya.

Bentuk umum produk diduga ilegal yang ditawarkan

1. Fixed income products, dimana produk ini menawarkan imbal hasil (return) yang dijanjikan secara fixed (tetap) dan tidak akan terpengaruh oleh risiko pergerakan harga di pasar;

2. Simpanan yang menyerupai produk perbankan (tabungan atau deposito), dimana pada beberapa kasus berupa surat Delivery Order (D/O) atau Surat Berharga yang diterbitkan suatu perusahaan;

3. Penyertaan modal investasi, dimana dana yang terkumpul dari masyarakat dijanjikan akan ditempatkan pada lebih dari satu instrumen keuangan atau pada sektor riil;

4. Program investasi online melalui internet, yang menjanjikan pengembalian dana investasi secara rutin.

Komentar (0)

komentar terkini

Berita Terkait

1660555183607_1660555194

Belajar

Jabar Bakal Jadi Pusat Investasi ASEAN, SDM Harus Bersaing

SIAPBELAJAR.COM – Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dedi Supandi, mengatakan, visi Jabar ke depan membutuhkan peran dan kebijakan pendidikan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan
1656287456147_1656287804

Ekonomi

OJK Peringatkan Investasi Palsu

SIAPBELAJAR.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia terus mengeluarkan himbauan agar masyarakat berhati-hati dalam menjalankan usaha model Investa
1655212610133_1655212700

Belajar

Tips Bagi Kaum Milenial Yang akan Terjun di Dunia Investasi

SIAPBELAJAR.COM - Berinvestasi pada pasar saham mulai banyak dilirik oleh para investor muda saat ini. Investasi merupakan suatu kegiatan menanamkan modal, baik langsung maupun tidak, dengan harapan
1654583213713_1654583684

Ekonomi

Mengenal Dollar Cost Averaging yang Banyak Dibicarakan Investor Kripto

Apa itu dollar cost averaging? Istilah yang kini banyak dibahas oleh orang-orang yang tertarik dengan investasi kripto, di sisi lain investasi ini adalah kegiatan yang beresiko baik untung ataupun rug
1654500950647_1654501013

Ekonomi

Alasan Elon Musk Belum Investasi di Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini masih sedang proses negosias