Dosen Juga Harus Bisa Nulis Jurnal

Saturday 24 August 2013 , 10:23 AM
Ilustrasi

Ilustrasi

MENJADI seorang dosen, tidak hanya sekadar mengajar dan membimbing para mahasiswanya. Dosen pun juga harus bisa menulis jurnal ilmiah.
Penulisan di jurnal ilmiah terakreditasi nasional dan internasional seharusnya wajib hukumnya bagi dosen di perguruan tinggi karena bisa menjadi pintu masuk dalam pergaulan akademisi global.

Ketua Laboratorium Studi Manajemen, Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI) Aryana Satrya dan  Deputi Direktur Bidang Pelatihan Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada (UGM) Nurul Indarti mengamini hal tersebut.

Keduanya baru saja usai mengikuti Wharton Global Faculty Development Program 2013 yang merupakan kerjasama antara The Wharthon School of the University of Pennsylvania, Amerika Serikat (AS) dan TFI.

Menurut Aryana, selain berbagi ilmu dan pengalaman ilmiah dengan para peneliti dari berbagai negara, para peserta berkesempatan untuk bertemu dan mendapatkan ilmu langsung dengan para profesor dari Wharton yang terbiasa dan piawai dalam menulis artikel di jurnal-jurnal akademik internasional.

“Ini merupakan pengalaman berharga. Kami mendapatkan berbagai pengetahuan baru mengenai bagaimana menulis sebuah artikel ilmiah yang baik dan sesuai standar sebuah jurnal ilmiah internasional,” papar Aryana, di Jakarta, Jumat (23/8/2013).

Sementara itu, Nurul berpendapat, pelatihan itu memberikan pengayaan dan menambah wawasan kepada peserta mengenai teknik penulisan jurnal internasional. Apalagi, kata Nurul, para pengajarnya adalah tujuh profesor Wharton School yang merupakan penulis manajemen kelas dunia.

“Mereka adalah penulis-penulis terbaik di sejumlah jurnal manajemen internatsional seperti, Academy of Management Journal, Administrative Science Quarterly, Strategyic Management Journal, dan Organization Science,” kata Nurul.

Baik Aryana maupun Nurul mengatakan, penulisan  jurnal ilmiah yang baik, selain didukung dan mengungkap data-data yang otentik, juga harus terbuka terhadap kritik dan masukan pihak lain. “Itu pula yang dilakukan oleh para profesor hebat tersebut,” kata Aryana.

Pengalaman dan pengetahuan ini, lanjut Aryana, akan dibagikan dengan rekan-rekan peneliti di UI. Khususnya dalam menyusun jurnal ilmiah.

“Termasuk juga bagaimana masukan dan tips-tipsnya. Ini juga akan saya terapkan dalam mengelola jurnal ilmiah yang dimiliki UI, khususnya jurnal South East Asian Management (SEAM) yang sudah diakui di kalangan peneliti internasional”.

Nurul menambahkan, pengalaman dan manfaat berharga yang juga didapatkan dengan mengikuti training tersebut adalah terbangunnya jejaring internasional. “Dengan adanya jejaring ini, di masa mendatang para peneliti bisa bekerjasama dengan peneliti-peneliti dari negara lain, untuk melakukan sebuah penelitian bersama,” kata dia.

Sekadar informasi, Tanoto Foundation telah memberikan lebih dari 20 ribu beasiswa dan fasilitas pendidikan yang meluluskan lebih dari 27 ribu pelajar dari berbagai tingkat pendidikan.Tanoto foundation juga mengembangkan 60 ribu hektar Community Livehood Plantations dan menciptakan lebih dari 1.800 lapangan pekerjaan untuk masyarakat di perdesaan melalui program UKM.(kampus.okezone.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published.