Distribusi dan Pelaksanaan UN di Wilayah Selatan Dimonitor Khusus

oleh -0 views
Ilustrasi (lensaindonesia.com)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi (lensaindonesia.com)
Ilustrasi (lensaindonesia.com)

WAKIL Bupati Garut Helmi Budiman mengatakan akan memantau secara khusus distribusi soal dan pelaksanaan Ujian Nasional di pelosok kawasan selatan Kabupaten Garut. Upaya ini dilakukan mengingat medan perjalanan menuju sekolah-sekolah di pelosok cukup berat.

“Di Desa Mekarwangi di Kecamatan Cibalong, para pelajar MTs harus menyeberang sungai langsung tanpa jembatan ke sekolah yang ada di desa lain. Mereka melakukannya setiap hari, termasuk untuk UN nanti. Ini salah satu yang akan kami pantau khusus,” kata Helmi saat ditemui di Kantor Setda Garut, Jumat (11/4).

Untuk menanganinya, kata Helmi, pihak desa dan kecamatan akan mengamankan perlintasan di sungai yang dilewati para pelajar tersebut, Sungai Cibaluk. Jika sungai itu berarus deras dan tidak dapat dilewati para pelajar, katanya, pihak sekolah, yakni MTs Almanar di Desa Sagara, akan menyeberang melaksanakan UN di ruang khusus di perkampungan warga.

“Sementara ini pihak sekolah sudah memiliki cara khusus supaya para pelajarnya bisa ikut UN. Hal serupa pun akan dilakukan di sejumlah sekolah lainnya yang berada di pelosok selatan,” katanya.

Untuk jangka panjang, katanya, jembatan gantung akan dibangun untuk menghubungkan Desa Sakambangan dan Desa Sagara, pada 2015. Dengan demikian, para pelajar dan warga tidak usah melintasi sungai dengan cara terjun langsung lagi.

Helmi mengatakan pendanaan pembuatan jembatan ini berasal dari APBD Kabupaten Garut. Rencananya, jembatan ini dibangun bersama 14 jembatan lainnya di wilayah selatan dan utara Kabupaten Garut.

Sebelumnya diberitakan, puluhan pelajar MTs Almanar harus berjalan menerjang arus deras Sungai Cibaluk untuk pergi ke sekolahnya pada musim hujan. Jembatan gantung sebagai penghubung Desa Sagara dan Mekarwangi yang melintasi Sungai Cibaluk selebar 70 meter sudah puluhan tahun rusak dan tidak bisa dipakai. Para pelajar terpaksa menginap di sekolah jika sungai tersebut berarus deras pada sore hari.(jabar.tribunnews.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.