Disdikbud Sumedang akan Bangun Sekolah Baru di Jatigede

oleh -20 views
Ilustrasi(sukabumizone.com)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi(sukabumizone.com)
Ilustrasi(sukabumizone.com)

DINAS Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sumedang, Senin (19/10/2015) nanti akan membangun sekolah baru untuk menampung para siswa yang sekolahnya akan tergenang Waduk Jatigede. Jumlah sekolah yang akan dibangun sebanyak 6 unit yang tersebar di 6 wilayah, termasuk di blok Hakulah, Dusun Baros, Desa Pakualam, Kecamatan Darmaraja yang lokasinya dibangun tenda darurat oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Barat.

Pembangunan sekolah di lokasi pendirian tenda itu untuk menampung para siswa di SDN Cisema dan SDN Kebon Kopi, Desa Pakualam yang lokasi sekolahnya tak lama lagi akan tergenang Waduk Jatigede.

banner 728x90

“Senin depan nanti, secara simbolis kami akan melakukan peletakan batu pertama dimulainya pembangunan sekolah baru untuk para siswa di daerah genangan Waduk Jatigede,” kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikbud Kab. Sumedang, Unep Hidayat di kantornya, Jumat (16/10/2015).

Menurut dia, 6 lokasi pembangunan sekolah SD baru di luar genangan Waduk Jatigede, antara lain 4 lokasi di wilayah Kecamatan Wado, yakni di Blok Pengantingan dan Blok Pangangonan Desa Wado, Blok Pamondokan Desa Padajaya dan Blok Pasir Sireum Desa Cisurat. Sementara 2 lokasi lagi di wilayah Kecamatan Darmaraja, yakni di Blok Hakulah, Dusun Baros Desa Pakualam (lokasi tenda-red), dan Dusun Cisoka Desa Jatibungur. “Maksimal sebulan, semua pembangunan 6 sekolah akan beres. Tadi saya sudah memerintahkan kepada pemborongnya untuk langsung mengirim bahan material ke lokasi,” kata Unep.

Hanya saja, lanjut dia, karena waktu hingga akhir tahun hanya tinggal dua bulan lagi, sehingga pembangunan sekolahnya untuk sementara masing-masing akan dibangun 2 lokal RKB (ruang kelas baru). Sementara pembangunan 6 lokal sisanya akan dituntaskan tahun depan. “Nantinya, total RKB yang akan dibangun 8 lokal, antara lain 6 lokal untuk ruang kelas dan 2 lokal untuk ruang guru dan kepala sekolah,” tuturnya.

Dikatakan, mengingat pembangunan sekolah baru itu bersifat darurat, sehingga bangunan sekolahnya tidak akan sempurna. Misalnya, sebatas memakai atap dan genting, tembok dua lokal RKB disekat tripleks dan lantainya sementara floor semen. Namun, setiap sekolah akan bangun WC bantuan dari BAZ (Badan Amil Zakat) Kab. Sumedang. Kondisi itu, sehubungan anggarannya diambil dari perubahan anggaran Pemprov Jabar senilai Rp 1,2 miliar. Anggaran sebesar itu, untuk membiayai pembangunan 6 sekolah baru masing-masing Rp 200 juta untuk 2 RKB. Terlebih karena tidak mungkin pengerjaannya melalui prosedur pelelangan projek karena waktunya terbatas, sehingga pengerjaannya melalui juksung (penunjukan langsung).

“Jadi, untuk sementara bangunannya teduh dulu. Yang penting, bisa dipakai proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Untuk bangku, papan tulis dan lemari buku untuk sementara memakai yang lama,” ucapnya.

Lebih jauh Unep menjelaskan, untuk tahun depan, pembangunan 6 sekolah baru akan dituntaskan masing-masing sampai 8 lokal dengan bentuk bangunan permanen. Pasalnya, pembiayaannya langsung dianggarkan pada APBD murni Pemprov Jabar tahun 2016. Untuk total anggaran relokasi sekolah SD dan SMP di daerah genangan Waduk Jatigede sebesar Rp 18 miliar. Jumlah sekolah yang direlokasi sebanyak 21 SD dan 2 SMP. Untuk relokasi sekolah SMP, sudah selesai dengan membangun sekolah di Kec. Situraja. Begitu pula relokasi siswa SD, umumnya sudah disebar di sekolah lainnya di luar genangan.

“Tinggal 20 siswa lagi di SDN Cisema dan SDN Kebon Kopi di Desa Pakualam. Karena jumlahnya relatif sedikit, tadinya kami akan mengantar jemput dengan mobil angkutan ke SD di Kec. Cisitu. Pembuatan tenda itu sebetulnya kurang efektif karena siswanya tinggal sedikit lagi yang belum direlokasi. Untuk siswa SD di Desa Sukakersa, Kec. Jatigede yang dikabarkan tidak sekolah karena diliputi ketidakpastian pemindahan sekolahnya, itu isu saja. Sebab, semua siswanya sudah dititipkan ke sekolah lainnya di luar genangan,” ujar Unep.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, Firman Adam yang kebetulan tengah berkunjung ke kantor Disdikbud Kab. Sumedang mengatakan, mengingat penanganan sekolah dan proses KBM para siswa di daerah genangan Waduk Jatigede sifatnya darurat, sehingga pihaknya meminta Disdikbud untuk secepatnya melakukan penanganan. Namun, dengan upaya Disdikbud Kab. Sumedang yang akan membangun sekolah baru di 6 titik Senin depan, dinilai langkah yang responsif.

“Walaupun pembangunannya baru dua lokal RKB, semua siswa SD di Jatigede tetap bisa belajar dan proses KBM-nya terus berlangsung. Dalam kondisi darurat apa pun, yang terpenting para siswa harus tetap sekolah. Apalagi mereka akan menghadapi UTS (ujian tengah semester),” katanya.

Terkait teknis keberlangsungan KBM dan pembangunan sekolah baru di Jatigede, dirinya mempercayakan dan meyakini Disdikbud Kab. Sumedang mampu melaksanakannya dengan maksimal. “Untuk teknis di lapangan kami percayakan kepada kabupaten. Namun demikian, kami pun akan terus memantau perkembangannya,” ujar Firman.(pikiran-rakyat.com)