Disdikbud: Sekolah Swasta dan Negeri Sama Saja

oleh -6 views
Ilustrasi : Penerimaan siswa baru smp.(republika.co.id)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi (republika.co.id)
Ilustrasi :penerimaan siswa baru  smp (republika.co.id)

JELANG Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK di Kabupaten Bandung pada Juni mendatang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mengimbau para orang tua tidak selalu menyekolahkan putra-putrinya di sekolah negeri.
Selain itu, Disdikbud juga meminta semua unsur di sekolah negeri tidak main mata dengan para orang tua calon siswa.

Kepala Bidang SMA/SMK Disdikbud Kabupaten Bandung, Marlan Nursyamsi mengatakan, saat ini banyak bertebaran SMA/SMK swasta berkualitas bagus di Kabupaten Bandung.

banner 728x90

Apalagi, semua SMA/SMK negeri dan swasta memiliki kurikulum yang sama. Serta para guru di sekolah swasta pun telah mendapatkan sertifikasi.

“Memang harus terus disosialisasikan kepada masyarakat. Agar tidak memaksakan anak-anaknya bisa diterima di sekolah negeri. Selain itu, karena memang jumlah sekolah negeri itu terbatas, tidak mungkin semuanya bisa ditampung,” kata Marlan, Kamis (8/5/2014).

Mengenai tata cara PPDB tahun ini, pihaknya masih menunggu peraturan bupati (perbup). Perbup ini disusun berdasarkan hasil rapat antara bupati, DPRD, Dewan Pendidikan dan beberapa unsur lainnya.

“Dalam perbup ini teknis dan berbagai ketentuannya diatur. Seperti perlu tidaknya mengakomodasi calon siswa dari sekitar sekolah (bina lingkungan). Juga mengenai sanksi dalam proses PPDB itu,” ujarnya.

Dikatakan Marlan, ada 18 SMA negeri di Kabupaten Bandung, sementara SMK negeri ada 9 buah. Ini berbeda dengan jumlah sekolah swasta yang mencapai 200 buah.

Dengan banyaknya jumlah sekolah swasta ini, tentunya memiliki kuota atau peluang lebih besar ketimbang sekolah negeri untuk menjaring calon siswanya.

“Jangan khawatir sekolah swasta berkualitas pun kuotanya masih banyak. Artinya, semua calon siswa didik memiliki kesempatan yang sama untuk mengecap pendidikan, negeri swasta sama saja kok,” terangnya.

Marlan melanjutkan, setiap tahun jumlah calon siswa didik SMA/SMK di Kabupaten Bandung sekitar 30 ribu orang. Meski cukup banyak, kata dia, sebenarnya partisipasi lulusan SMP yang berminat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK belum mencapai 100%.

“Kami juga heran. Untuk meningkatkan minat pendidikan anak-anak, kami tengah membentuk tim untuk mencari tahu dan mempelajari masalah ini. Jangan sampai pendidikan mereka terputus sampai SMP saja. Rata-rata yang tidak melanjutkan adalah warga di pedesaan,” jelasnya.(inilahkoran.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.