Disdik Sarankan Siswa Tak Bawa Sendiri Kendaraan

oleh -13 views
Ilustrasi.(pikiran-rakyat.com)
Arrief Ramdhani
SISWA SMUN 1 Bandung sedang menunggu giliran pemrosesan tilangnya di pintu belakang SMUN tersebut di Jalan Ciungwanara, Kota Bandung pada Kamis (25/9/2014).(pikiran-rakyat.com)
SISWA SMUN 1 Bandung sedang menunggu giliran pemrosesan tilangnya di pintu belakang SMAN tersebut di Jalan Ciungwanara, Kota Bandung pada Kamis (25/9/2014).(pikiran-rakyat.com)

DINAS Pendidikan Kabupaten Cirebon menyarankan siswa agar tidak membawa kendaraan sendiri ke sekolah. Siswa bisa diantar orang tuanya atau naik kendaraan umum ketika berangkat dan pulang sekolah, guna menegakkan tertib berlalu lintas.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Erus Rusmana mengatakan, tertib berlalu lintas harus dipatuhi semua orang, baik pelajar ataupun bukan. “Dalam Undang-undang Lalu Lintas bahwa pemegang SIM itu di atas 17 tahun, tapi bagaimana dengan pelajar. Banyak yang di bawah 17 tapi sudah mengendarai kendaraan bermotor. Tentu kami akan menjali MoU dengan Sat Lantas Kepolisian agar melakukan pembinaan kepada para siswa,” katanya seusai memusnahkan puluhan knalpot bising di Mapolres Cirebon, Rabu (1/10).

Menurut Erus, pihaknya belum menerapkan aturan larangan siswa membawa kendaraan sendiri ke sekolah. Namun agar Undang-undang Lalu Lintas ditegakkan, ia menyarankan siswa diantar orang tua saat bersekolah atau naik kendaraan umum saja.

“Tapi mungkin bagi yang sulit akses, diantar orang tua lebih baik,” katanya.

Terkait kendaraan yang dimodifikasi, terutama knalpot sepeda motor diganti knalpot bising, Erus mengatakan, Disdik akan terus melakukan sosialisasi dan pembinaan. Diharapkan siswa memahaminya sehingga tetap menggunakan spek kendaraan sesuai standar.(jabar.tribunnews.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.