Disdik Ciamis Siapka SMA Satu Atap

oleh -3 views
Ilustrasi (pikiran-rakyat.com)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi (pikiran-rakyat.com)
Ilustrasi (pikiran-rakyat.com)

TERBATASANYA kapasitas penerimaan peserta didik baru jenjang SMA/SMK sederajat, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ciamis berinisiatif membuka SMA satu atap. Langkah tersebut selain untuk menjaring siswa yang rumahnya jauh dari dari seklah, sekaligus menuntaskan wajib belajar 12 tahun.

“Persoalan penerimaan peserta didik baru, khususnya untuk tingkat SMA pada terbatasnya kapasitas sekolah jenjang tersebut. Kami melakukan terobosan baru dengan sekolah satu atap,” tutur kepala Dinas Pendidikan Ciamis Toto Marwoto, Selasa 19 Juli 2016.

Dia mengemukakan itu usai mengikuti silaturahmi halal bihalal yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ciamis, di Gedung Islamic Center Ciamis. Kegiatan diikuti tidak kurang dari 1.500 guru. Silaturahmi juuga dihadiri Bupati Ciamis Iing Syam Airifin, Wakil Bupati Oih burhanudin, Sekda Herdiat dan pejabat lain.

Toto Marwoto mengungkapkan tingkat kelulusan ujian tingkat SD mencapai 100 persen, SMP 99 persen dan SMA dan sederajat 98 persen. Berkenaan dengan angka kelulusan tersebut, daya tampung untuk SMP cukup memadai, sedanhgkan tingkat SMA kapasitasnya terbatas.

Dari sebanyak 20.022 lulusan SMA dan sederajat termasuk MTs., yang tertampung di sekolah formal mencapai 18. 000. Sedangkan sisanya melanjutkan di sekolah swasta, termasuk sekolah di luar wilayah. Daya tampung sekolah swasta juga terbatas, sehingga masih ada yang belum tercover.
“Untuk SMP dan sederajat tidak ada masalah, seluruhnya bisa ditampung. SMA dan sederajat kapasitasnya masih belum mampu sepenuhnya menampung lulusan SMP, sehingga membutuhkan terobosan baru menampung, salah satunya sekolah satu atap,” jelasnya.

Mengatasi terbatasanya fasilitas, lanjut Totot Marwoto, tidak menutup kemungkinan proses belajar mengajar di sekolah satu atap tersebut tidak hanya dilaksanakan di ruang kelas atau sekolah yang sudah ada. Akan tetapi juga dilaksanakan di gedung atau ruang lain.

“Dimungkinkan menyewa gedung atau tempat lain untuk belajar. Perlu banyak trobosan sehingga seluruhnya dapat melanjutkan sekolah, sesuai wajardikdas 12 tahun. Mereka juga berhak mendapat pendidikan,” tuturnya.

Dia menyatakan saat ini tidak ada alasan siswa berhenti sekolah dengan alasan ekonomi. Hal terseut disebabkan karena pemerintah juga memberikan bantuan terhadap siswa tidak mampu. yang kadang terjadi, lanjutnya, siswa tidak sekolah karena bekerja membantu perekonomian orang tuanya.

“Ada jalur afirmasi atau siswa tidak mampu. Dengan demikian sebenarnya tidak ada alasan tidak sekolah karena alasan ekonomi. pemerintah juga memberi banytuan bagi siswa tersebut,” katanya.
Berkeaan pantauan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), Toto menjamin seluruh sekolah yang melaksanakan MPLS tidak ada yang melakukan tindak kekerasan. MPLS dilakukan secara proposional sesuai potensi yang ada di sekolah masing-masing.

“Sampai sekarang tidak ada komplain baik dari siswa mapun orang tua berkenaan dengan MPLS. Semua berjalan sesuai koridor,” kata Totot Marwoto.( pikiran-rakyat.com)