Dirjen PAUDNI:Pentingnya membaca, TBM harus selalu update buku

oleh -4 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

DIREKTUR Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (PAUDNI) Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Psikolog meminta agar Taman Bacaan Masyarakat (TBM) selalu melakukan pemutakhiran jenis dan judul buku. Menurutnya, langkah tersebut akan menarik masyarakat agar mau berkunjung.

“Salah satu faktor masyarakat enggan ke TBM, karena mereka hanya mendapatkan buku-buku pelajaran sekolah” ucapnya saat menyampaikan paparan dalam kegiatan Temu Forum TBM di Makassar, Jumat (26/7)

banner 728x90

Pada kegiatan yang dihadiri oleh seluruh pengurus Forum TBM tersebut, Dirjen menegaskan harus ada sharing dari pemerintah daerah “lembaga TBM jangan hanya mengandalkan anggaran dari pusat, tapi daerah juga harus mengalokasi untuk TBM” harapnya. Namun Dirjen mengingatkan, lembaga yang mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat agar memberikan kesempatan lembaga lain untuk mengakses bantuan pemerintah. “Jangan sampai satu lembaga mendapatkan bantuan dari APBN dan juga APBD” ucapnya.

Pada kegiatan yang bertema Temu Forum TBM : Pemberdayaan Peran Masyarakat Melalui Organisasi Mitra/lembaga tersebut, Dirjen juga menilai bahwa membaca memiliki peran penting dalam pembangunan karakter anak-anak sejak dini. Sebab, kekurangan yang dimiliki setiap manusia akan tertutupi dengan pengetahuan yang bisa ia dapat dari membaca.

“Kalau budaya membaca ini bisa diterapkan di seluruh rumah tangga, bangsa ini akan cepat mencapai kemajuan” tegasnya.
Laporan studi Programme for International Student Assessment-PISA (2009) menunjukkan, remaja dari berbagai kalangan, termasuk dari ekonomi kurang mampu sekalipun, dapat lebih cemerlang dari teman-teman sebaya mereka yang lebih kaya. Jika mereka secara teratur membaca buku, surat kabar, dan jenis bacaan lainnya di luar sekolah.

“Membaca dapat mengembangkan banyak keahlian, yang suatu saat nanti kita perlukan. Seperti: kecakapan sosial, pemahaman bahasa lisan, komunikasi dan cara menunjukkan emosi” urainya.

Dirjen memaparkan, salah satu kebijakan Direktorat Jenderal PAUDNI terkait pengembangan budaya baca adalah memperluas akses TBM yang bermutu. ”Untuk merealisasikan kebijakan PAUDNI tersebut, maka setiap kabupaten harus memiliki minimal 10 TBM” kata Dirjen.

Pada kesempatan tersebut, Dirjen juga mengharapkan masukan sebagai bahan pengambilan kebijakan “Kami berharap masukan secara bottom up dari Forum TBM, agar kebijakan yang kami keluarkan sejalan dengan kondisi dilapangan” pungkasnya.( paudni.kemdikbud.go.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.