Diperpanjang, Sistem Pendaftaran Sekolah OnlineTerganggu Hacker

oleh -2 views
Ilustrasi : Penerimaan siswa baru smp.(republika.co.id)
Arrief Ramdhani
Ilustrasi : Penerimaan siswa baru smp.(republika.co.id)
Ilustrasi : Penerimaan siswa baru smp.(republika.co.id)

SISTEM Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) secara online di Kota Bogor kembali diperpanjang hingga 27 Juni. Kebijakan ini diambil lantaran banyaknya masalah yang timbul saat pendaftaran online ini berjalan.

Pendaftaran yang awalnya ditutup pada 24 Juni kemarin terpaksa diperpanjang karena banyaknya masalah yang timbul, seperti sulitnya mengakses website akibat adanya dugaan gangguan dari hacker.

Seperti yang dialami oleh salah satu orangtua murid, yang mendapatkan kesulitan saat mendaftar online. “Kemarin padahal nama anak saya ada, tapi besoknya hilang lagi. Katanya efek dari gangguan server kemarin. Kalau gini saya takut ada kecurangan,” jelasnya di Dinas Pendidikan Kota Bogor, Rabu (25/6/2014).

Selain itu, kesulitan yang dihadapi adalah masalah verifikasi jalur prestasi (japres) yang dinilai bermasalah. Sebab banyak para murid yang tak bisa mengakses pendaftaran japres melalui website, sehingga mereka langsung mendatangi Dinas Pendidikan Kota Bogor untuk dilakukan verifikasi secara manual.

Ketri menambahkan, seharusnya PPDB online tingkat SMP dan SMA tidak dilaksanakan berbarengan. Karena Dinas Pendidikan dinilai tidak siap dalam menjalani sistem baru ini. “Jadi kesannya dipaksakan, sekarang saja banyak masalahnya,” tegasnya.

Menanggapi masalah tersebut, Bima Arya langsung melakukan audiensi langsung dengan para orangtua soal keluhan yang mereka hadapi. “Kita sudah rapatkan dan akan segera memanggil vendor terkait server. Kalau masalah gangguan lain, kita menemukan jejak hacker yang jahil dan itu ada di Kota Bogor,” jelas Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Meskipun banyak terdapat masalah yang dihadapi, pihaknya optimistis sistem pendaftaran online ini akan terus berjalan, sebab bila sistem ini tidak dijalankan, maka kecurangan akan terus terjadi.

“Bayangkan dengan sistem yang dulu, banyak titipan-titipan dari pejabat, jenderal dan lainnya yang bisa menghilangkan kesempatan ratusan anak yang memang mampu masuk sekolah tersebut. Untuk itu kita harus mulai sekarang,” tukasnya.(kampus.okezone.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.