Dibutuhkan 1.000 Guru untuk Daerah 3T

oleh -8 views
Ilustrasi (kemdikbud.go.id)
Arrief Ramdhani
kemdikbud.go.id
kemdikbud.go.id

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mempersiapkan 1.000 guru untuk ditempatkan di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T). Untuk mencapai hal itu, Kemendikbud tengah membuka peluang lebar pengangkatan CPNS guru yang termasuk dalam 3T itu.
“Formasi ini disediakan untuk mengisi kekurangan guru di daerah terdepan, terluar dan tertinggal,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Selasa (20/1).

Ia menjelaskan, Kemendikbud tidak ragu-ragu untuk membuka 1.000 formasi CPNS agar dapat memenuhi kuota guru daerah yang telah ditetapkan. Formasi ini pun khusus disiapkan untuk para peserta program Sarjana Mendidik di daerah 3T, maupun yang telah mengabdi di wilayah itu selama satu tahun.

banner 728x90

Untuk dapat mengikuti seleksi itu, para peserta diwajibkan telah lulus dari Pendidikan Profesi Guru (PPG). Pasalnya, peserta yang lulus akan diangkat menjadi CPNS daerah dengan memegang jabatan tenaga fungsional guru dan ditempatkan di salah satu dari 29 kabupaten di daerah 3T.

Menurut data panitia seleksi, jumlah peserta yang telah mendaftar sebanyak 1.481 orang. Dan, nantinya mereka akan mengikuti seleksi Tes Kompentensi Dasar (TKD) sejak 19-20 Januari di dua perguruan tinggi negeri, yaitu Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Para peserta yang dinyatakan lulus dalam TKD akan mengikuti seleksi selanjutnya yaitu, seleksi administrasi Tes Kompetensi Bidang (TKB). Setelah itu, peserta yang lulus diumukan dan segera diproses pengangkatan PNS dan penempatan guru-guru di wilayah 3T itu.

Pengamat Pendidikan Taman Siswa, Darmaningtyas mendukung langkah Kemendikbud. Lantana dapat mengurangi kesenjangan pendidikan antara di Jawa dan di luar Jawa yang minim pendidikan dan lambatnya perkembangan.

“Langkah itu sangat tepat dan harus didukung dengan penuh, agar pendidikan di daerah 3T itu dapat maju dan meningkatkan. Lagi pula,  tidak ada kata membuang anggaran untuk meningkatkan pendidikan dan sudah seharusnya anggaran itu memang harus dimanfaatkan untuk mencerdaskan masyarakat,” katanya.

Penting pula memperhatikan keadaan psikolgis anak-anak yang akan dididik oleh para guru itu. Pasalnya, perkembangan dan latar belakang wilayah 3T itu berbeda-beda.

“PR untuk Kemendikbud sekarang ini adalah memilih guru-guru yang benar-benar siap untuk ditempatkan di wilayah 3T itu. Jangan sampai, mereka hanya mampu bertahan untuk satu atau dua tahun saja dengan alasan tidak sanggup,”jelas Darmaningtyas.(republika.co.id)