Dari ITB Hingga Unpad, Begini Teknis Pelaksanaan UTBK 2020 dengan Penerapan Protokol Kesehatan

oleh -9 views
Peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Ilustrasi.(Antara Foto)
Arrief Ramdhani

PELAKSANAAN  Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di perguruan tinggi negeri di Bandung dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan virus corona (Covid-19). Di Institut Teknologi Bandung (ITB), sebanyak 16.648 peserta mengikuti UTBK. Rinciannya, peserta umum sebanyak 14.419 orang dan 2.229 peserta Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Ketua Pelaksana Pusat UTBK ITB Jaka Sembiring mengatakan, pelaksanaan UTK disebar di enam titik, yaitu Kampus ITB Ganesha, SMAN 1 Bandung, SMAN 2 Bandung, SMAN 3 Bandung, SMAN 4 Bandung, dan SMAN 5 Bandung. UTBK di Kampus ITB akan dilaksanakan selama 12 hari, yaitu tanggal 5 Juli 2020 hingga 14 Juli 2020 dan 20 Juli 2020 hingga 21 Juli 2020.

PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Pelaksanaannya akan dibagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama akan dimulai pada pukul 09.00 dan sesi kedua akan dimulai pukul 14.00. Sebelum melaksanakan UTBK, pesertq harus melalui sejumlah prosedur kesehatan sehingga peserta diwajibkan hadir satu jam sebelum ujian dimulai.

“Pada pelaksanaan UTBK 2020, hanya ada satu materi yang akan diujikan, yaitu Tes Potensi Skolastik (TPS). TPS merupakan sebuah tes yang bertujuan untuk menguji kemampuan dasar peserta UTBK 2020 dalam bidang logika, analisis, dan lainnya,” kata Jaka saat video konferensi melalui Zoom, Minggu 5 Juli 2020.

Tes tersebut meliputi penalaran umum, pemahaman bacaan dan menulis, pengetahuan dan pemahaman Umum, dan pengetahuan kuantitatif. Durasi yang diberikan pada peserta UTBK 2020 untuk mengerjakan materi TPS yakni 105 menit.

Pencegahan Covid-19

Sebagai upaya pencegahan penularan virus corona (Covid-19), maka ITB menerapkan protokol kesehatan dari awal sampai akhir proses ujian. Protokol kesehatan berupa pengaturan waktu pelaksanaan ujian, kapasitas ruangan, dan materi ujian.

Peserta UTBK 2020 wajib menggunakan masker medis, membawa cairan sanitasi tangan, melakukan jaga jarak di lingkungan ujian, telah melakukan isolasi mandiri, dan melakukan pengecekan suhu tubuh. Protokol yang sama juga digunakan oleh semua panitia yang bertugas.

Selain itu, sebagai bentuk antisipasi, panitia menyiapkan tim kesehatan yang akan melaksanakan mitigasi terhadap kasus dugaan Covid-19. Panitia akan menempatkan satu dokter dan dua perawat di setiap lokasi ujian. Mereka akan menggunakan APD level 1 dan APD level 2, dan tersedia ambulans di setiap lokasi.

Panitia menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun/disinfektan di sekitar lokasi ujian, menyiapkan area khusus untuk pemeriksaan kesehatan jika suhu tubuh peserta lebih dari 37,5 derajat Celcius.

“Bagi peserta yang suhunya lebih dari 37,5 akan diperiksa oleh dokter jaga. Dokter akan memutuskan apakah peserta diizinkan mengikuti ujian atau tidak,” ujar Jaka.

Selama pelaksanaan UTBK 2020 berlangsung, sarana dan prasarana di lokasi UTBK 2020 pusat ITB sudah memenuhi standar yang ditetapkan oleh gugus tugas Covid-19 Provinsi Jawa Barat. Sarana dan prasarana di ruang ujian dibersihkan menggunakan cairan disinfektan pada setiap pergantian sesi.

Panitia juga akan melibatkan Tim Marshal untuk mengatur dan membantu para peserta UTBK 2020 pusat ITB agar bisa mengikuti seluruh proses protokol kesehatan dan protokol pergerakan selama masa ujian. Seluruh Peserta UTBK 2020 pusat ITB diimbau untuk tidak khawatir mengenai kesehatan dan keamanan peserta selama proses pelaksanaan UTBK 2020 berlangsung.

Peserta UTBK 2020 pusat ITB tidak diperbolehkan untuk survei atau melihat lokasi ujian terlebih dahulu. Peserta ujian cukup memastikan lokasi ujiannya tanpa harus mengetahui ruang ujiannya karena pada hari pelaksanaan UTBK 2020, peserta akan langsung didampingi oleh Tim Marshal untuk menuju ruangan ujian.

UPI

Penyelenggaraan UTBK di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) juga menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. Rektor UPI M. Solehuddin mengatakan, pelaksanaan UTBK di UPI diselenggarakan dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 09.00 hingga 11.15. Selanjutnya, sesi kedua dimulai pukul 14.00 hingga 16.15.

“Jeda waktu selama 2 jam 45 menit digunakan untuk pelaksanaan protokol kesehatan saat pergantian sesi,” kata Solehuddin.

Pelaksanaan UTBK dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap I, pada tanggal 5 Juli 2020 hingga 14 Juli 2020. Tahap II, pada tanggal 20 Juli 2020 hingga 29 Juli 2020. Pengumuman SBMPTN akan dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus 2020.

Jumlah peserta UTBK di Universitas Pendidikan Indonesia Bandung sebanyak 6.394 orang. Sementara di Kampus UPI Sumedang, jumlah peserta sebanyak 1.512 orang, Kampus UPI Cibiru 1.792 orang dan Kampus UPI Purwakarta 1.328 orang.

Di Kampus UPI Bandung, peserta dibagi menjadi 465 orang per sesi. Ada 40 ruangan yang disiapkan untuk UTBK. Adapun, di Kampus UPI Cibiru, disediakan 4 ruangan yang diisi 60 orang per sesi.

Di Kampus UPI Sumedang juga disediakan 4 ruangan yang diisi 40 orang per sesi. Sementara di Kampus UPI Purwakarta, jumlah peserta per sesi sebanyak 35 orang dan terdapat tiga ruangan untuk pelaksanaan UTBK.

Unpad

Pelaksanaan UTBK di Universitas Padjadjaran (Unpad) tahap I juga dimulai Minggu 5 Juli 2020 hingga Selasa 14 Juli 2020. Pelaksanaan UTBK di Kampus Unpad Jatinangor dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Koordinator pelaksana UTBK Unpad Dani Rizali Firman mengatakan, sebanyak 11.016 peserta melaksanakan UTBK di kampus Unpad. Dalam satu hari, pelaksanaan UTBK dibagi 2 sesi. Setiap sesi diikuti oleh 565 peserta. Sesi pertama dimulai pada pukul 09.00 hingga 11.15, sedangkan sesi kedua dimulai pada pukul 14.00 hingga 16.15.

Menurut Dani, pelaksanaan UTBK yang digelar 2 sesi per hari dilakukan sebagai penerapan dari protokol kesehatan UTBK.

“kami perlu mendisinfeksi ruangan, sehingga dalam satu hari finalnya hanya 2 sesi UTBK,” kata Dani.

Lokasi pelaksanaan UTBK berada di laboratorium komputer yang ada di 9 gedung di kampus Jatinangor. Setiap lab memiliki kapasitas hanya 50% dari kapasitas normal.

“Dibuat jarak, jadi setiap peserta ada jarak satu komputer kosong, baru ada peserta lainnya. Mengingat ada protokol kesehatan juga,” ujar Dani.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan yang juga Ketua Pusat UTBK Unpad Arief Sjamsulaksan Kartasasmita menambahkan, jumlah peserta yang melaksanakan ujian di kampus Unpad terdiri terdiri dari 10.735 peserta asal Jawa Barat, serta 281 peserta  asal luar Jawa Barat.

Mengantisipasi munculnya klaster baru Covid-19 di Jawa Barat, Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) membuat kebijakan yakni peserta dari luar Jawa Barat melakukan ujian di kota asal.

“Bagi peserta dari daerah yang merah bahkan hitam, itu direlokasi untuk tidak usah datang ke Sumedang. Mereka cukup ujian di tempat asal,” kata Arief.

Oleh karena itu, peserta diwajibkan mencetak ulang kartu peserta UTBK di portal LTMPT. Pada kartu peserta yang baru, peserta dari luar kota akan direlokasi untuk ujian di kota asalnya. Selain itu, bagi peserta yang tidak membawa surat keterangan bebas Covid-19, panitia Unpad akan melakukan isolasi dan pemeriksaan intensif untuk memastikan yang bersangkutan tidak terkena Covid-19.