Dana BOS pun Belum Cukup untuk Mutu Pendidikan Indonesia

oleh -1 views
Ilustrasi
Arrief Ramdhani
Ilustrasi
Ilustrasi

BANYAK bukti menunjukkan masih minimnya kualitas pendidikan di Indonesia. Dari segi fasilitas, tercatat masih ratusan ribu sekolah rusak di penjuru Nusantara. Dari segi sistem, pemerintah masih mencari kurikulum yang paling ideal untuk diterapkan.
Belum lagi rendahnya mutu guru di Tanah Air dan persebarannya yang tidak merata, ikut memperburuk kondisi pendidikan Indonesia. Ironis, padahal Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi nomor tiga tertinggi di Asia.

Guru Besar (Gubes) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Soedijarto mengatakan, pendidikan wajib belajar di Indonesia tidak 100 persen gratis, hanya untuk memberikan bantuan saja, sehingga hal ini masih menyebabkan banyaknya anak-anak yang tidak sekolah.

“Jadi, kenapa pendidikan di Indonesia rendah, karena wajib belajar hanya diberikan bantuan seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS), berbeda dengan negara maju yang lainnya, yang dibiayai penuh,” jelasnya seperti dihubungi oleh Okezone, Rabu (5/6/2013).

Menurutnya, anggaran pendidikan untuk pengadaan perpustakaan, lapangan olahraga, ruang kelas, dan fasilitas-fasilitas sekolah yang lainnya, itu membutuhkan uang yang banyak.

Dia mengakui, pada 2001, studi orang asing untuk anak SD senilai Rp1,6 juta per tahun, Rp2,6 juta per anak SMP per tahun, dan bahkan untuk mahasiswa senilai Rp100 juta per tahun. Sehingga, lanjutnya, pada tahun ini pasti akan meningkat tiap tahunnya.

“Dalam studi orang asing, diminta oleh orang Indonesia melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) untuk seharusnya pendidikan di Indonesia seperti ini,” imbuhnya.(kampus.okezone.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.