, ,

Dampak Covid-19, Siswa di Tanjab Barat Belajar Online, Fasda Tanoto Foundation Ikut Terlibat

oleh -58 views
Ibu Evi Nurhafizah dan siswa SMPN 2 Kuala Tungkal Tanjab Barat melakukan pembelajaran daring.

SIAPBELAJAR – Dampak pandemi virus corona atau COVID-19, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat masih menerapkan pembelajaran dengan cara daring atau online. Ada berbagai cara di lakukan oleh pihak sekolah diantaranya melibatkan Relawan atau Fasilitator Daerah melalui Program PINTAR Tanoto Foundation.

Hal inilah yang di ungkapkan oleh Nuraini, Kepala SDN 003/V Kuala Tungkal, yang juga seorang fasda MBS Program PINTAR Tanoto Foundation. Ia mengungkapkan bahwa fasda keikutsertaan Fasda adalah sebagai guru dalam pembelajaran online.

PERKEMBANGAN VIRUS CORONA

Berita Selengkapnya

Keikutsertaan Fasda sebagai Guru untuk mendukung kemaksimalan Pembelajaran daring yang dilaksanakan untuk mendukung program pemerintah agar siswa tetap belajar sesuai dengan tingkatannya meskipun harus dilaksanakan di rumah.

”Sebagai kepala sekolah, saya mendukung pembelajaran online ini dan mengumumkan pembelajaran online ke grup-grup WhatsApp orang tua agar anaknya ikut serta pembelajaran tersebut, karena siswa juga perlu terus belajar di rumah,” ujarnya Selasa, (6/5).

Untuk saat ini, selama masa pandemi wabah Corona, guru harus mencari alternatif untuk melanjutkan pembelajaran di rumah. Salah satunya dengan pembelajaran aplikasi zoom meeting. Setidaknya ada 20 Fasda yang juga guru sekolah menjadi narasumber atau fasilitator selama covid-19 dan mereka juga mendapatkan pembelajaran daring atau pembekalan dari Tanoto Foundation.

“Pengalaman pembelajaran daring ini menuntut kesiapan bagi kedua belah pihak, baik guru sebagai narasumber maupun dari peserta didik sendiri,” ungkap Sampurna, guru SDN 005/V Kuala Tungkal yang juga narasumber pembelajaran online.

Hal lain diungkapkan oleh Iswadi, narasumber pembelajaran online. Ia mengatakan bahwa siswa antusias untuk mengikuti pembelajaran Daring ini. Namun, disisi lain sinyal internet menjadi kendala bagi pembelajaran ini.

”Ya, salah satunya adalah sinyal, sehingga saran kami adalah siswa dan orangtua harus mencari sinyal yang kuat atau mencari jenis kartu kuota yang memiliki sinyal kuat agar pembelajaran bisa dilakukan dengan lancar. jadi tidak semua anak bisa bergabung, tetapi bisa diatasi dengan melanjutkan tugas di WhatsApp grup setelah pembelajaran daring selesai,” katanya.

Dirinya juga mengaku bersyukur dengan adanya fasilitator daerah membuat banyak pilihan dalam menyediakan narasumber pembelajaran yang berkualitas. Kedepan, dirinya bersama fasda yang lain akan buat jadwal per mata pelajaran secara berkelanjutan selama siswa masih belajar dari rumah.

”Ya, kami harus buat jadwal secara sistematis. Kita juga berharap bagaimana para guru mensosialisasikan program belajar daring tersebut kepada siswa dan orangtua. Sehingga tujuan kita tercapai secara maksimal,” harapnya.

Untuk diketahui bahwa dalam kegiatan pembelajaran daring bersama dengan Fasda dari Tanoto Fondation tidak hanya dilakukan untuk pembelajaran SD. Namun juga terdapat pembelajaran daring untuk siswa SMP. Mela Hana Fayza siswi kelas VI B SDN 003/V Kuala Tungkal mengaku pembelajaran online selama di rumah kurang menyenangkan karena kurang fokus.

”Pengalaman belajar di rumah, rasanya kurang fokus karena harus belajar online, tidak bisa ketemu teman-teman juga. Namun, tugas pekerjaan rumah di pembelajaran online bisa saya kerjakan dengan tuntas, semoga corona bisa segera berakhir,” ungkapnya.