Dalam Merekrut Kepala SekolahDisdik Kab.Sukabumi
Libatkan Tim independen

oleh -6 views
kemdikbud.go.id
Arrief Ramdhani
kemdikbud.go.id
kemdikbud.go.id

UNTUK mengantisipasi rawan kekosongan posisi ratusan kepala sekolah, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi, Sabtu (01/11/2014) berhasil menjaring 157 orang guru. Mereka dinyatakan lulus dan segera menempati posisi kepala sekolah akhir November mendatang.

Posisi yang selama kosong diharapkan dapat terisi secepatnya. Para kepala sekolah akan disebar di seratus lebih Sekolah Dasar (SD) dan puluhan Sekolah Menengah Atas (SMA) se- Kabupaten Sukabumi itu.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) No 28/2010, para kepala sekolah yang lulus seleksi akan segera diproyeksikan untuk menempati posisi. Mereka akan segera menempati posisi kepala sekolah yang tersebar di empat puluh tujuh kecamatan.

Mereka lulus tidak hanya mengikuti penyeleksian yang melibatkan tim accessor dari Lembaga Pengembangan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) di Desa Jati Kuwung, Kecamatan Gendang Rejo, Kabupaten Karang Anyar, Jawa Tengah. Tapi penyeleksian para kepala sekolah itu, melibatkan lembaga lainnya.

“Kamipun melibatkan tim seleksi lembaga independen lainnya. Yakni dari Australian-Indonesian Fartnership (AIF). Sementara calon kepala sekolah yang dinyatakan lulus di LPPKS kini masih mengikuti pembekalan,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Kabupaten Sukabumi, Maman Abdurahman, Sabtu (1/11/2014).

Penyeleksian melibatkan tim dari lembaga luar negeri, kata Maman Abdurhman, diharapkan dapat memperoleh sosok kepala sekolah yang berkualitas, kapabel dan cerdas. Mereka lulus seleksi setelah melakukan serangkaian penyeleksian secara ketat.

“Diharapkan penempatan posisi lepas dari tekanan kepentingan politis dan kelompok tertentu. Karena dikhawatirkan bila tidak melibatkan pihak independen, penempatan akan menuai kritikan dan rawan fitnah,” katanya.

Selain melibatkan dua independen berbeda, kata Maman Abdurahman, penyeleksian diawali dengan pemetaan ketersediaan kepala sekolah itu. Pemetaan terlebih dahulu dilakukan untuk mengetahui kebutuhan.

“Namun penyeleksian mengikutsertakan lembaga itu. Selain pemetaan, penyeleksian dilakukan seleksi administrasi, tes akademis dan pendidikan pelatihan (Diklat)” katanya.

Karena keseriusan penyeleksian melibatkan lembaga lain, kata Maman Abdurahman, Bupati Sukmawijaya memperoleh penghargaan dari LPTKS itu, diserahkan Siswandari di Kota Solo, Kamis (30/10/2014) malam. ”

Penghargaan diperoleh bupati merupakan bentuk respon positif dari lembaga itu,” katanya.(pikiran-rakyat.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.