CO 2014 SMAN 2 Bandung Bukti Keselarasan IQ dan EQ

oleh -11 views
SMAN 2 Bandung.(sman2bdg.sch.id)
Arrief Ramdhani
SMAN 2 Bandung.(sman2bdg.sch.id)
SMAN 2 Bandung.(sman2bdg.sch.id)

SETELAH berlangsung maraton selama dua pekan, seluruh rangkaian Charets Open (CO) 2014 tiba di pengujung.

Lapangan olahraga SMAN 2 Bandung di Jalan Cihampelas No 173, Kota Bandung, Sabtu (24/5) disesaki ribuan siswa SMP dan SMA peserta, panitia, para guru, alumni, serta sejumlah undangan lain.

Kepala SMAN 2 Bandung Dr Hj Sundari MPd tersenyum bangga menyaksikan keberhasilan para siswa menyelenggarakan ajang kompetisi minat, bakat, kreativitas, serta kemampuan akademik siswa SMP dan SMA se-Jawa Barat ini.

Terlebih, pada penutupan CO 2014 turut hadir sejumlah alumni SMAN 2 Bandung yang kini melanjutkan studi di perguruan tinggi ternama serta sukses dalam berbagai bidang pekerjaan masing-masing. Dari samping panggung tersebut, juga terlihat senyum lepas dari para guru.

“Alhamdulillah, inilah SMAN 2 Bandung. Melalui CO 2014 kami telah berusaha mengembangkan kemampuan otak kiri dan otak kanan para siswa secara seimbang,” tutur Sundari.

CO 2014 sendiri berisi rangkaian kegiatan lomba untuk mengasah dan mengembangkan kemampuan peserta di bidang akademik maupun nonakademik. Termasuk di dalamnya kompetisi dalam bidang keagamaan, olahraga, dan seni budaya.

Penyelenggaraan kegiatan ini, memiliki makna besar bagi peningkatan kemampuan para siswa SMAN 2 Bandung. Terutama, terkait optimalisasi fungsi otak kiri dan kanan. Di mana masing-masing bagian dari otak besar ini mempunyai fungsi berbeda.

“Otak kiri berhubungan dengan logika, rasio, kemampuan menulis dan membaca, serta merupakan pusat matematika. Beberapa pakar menyebutkan bahwa otak kiri merupakan pusat Intelligence Quotient (IQ). Sedangkan otak kanan berperan penting dalam pengembangan Emotional Quotient (EQ),” jelasnya.

EQ dimaksud terkait kemampuan sosialisasi, komunikasi, interaksi dengan manusia lain serta pengendalian emosi. Di otak kanan ini pula terletak kemampuan intuitif, merasakan, memadukan, dan ekspresi tubuh, seperti menyanyi, menari, melukis dan segala jenis kegiatan kreatif lain.

“Semua kemampuan itu sangat perlu dalam berorganisasi. Semua yang menyiapkan CO 2014 ini adalah siswa. Peran kami selaku pendidik, hanya sebagai manajer yang menjadi motivator dan fasilitator. Sisanya, mereka belajar secara langsung,” jelasnya.

Dengan menyiapkan CO 2014, kemampuan kepemimpinan siswa otomatis terasah. Begitu juga kemampuan organisasi, manajerial, etika berkomunikasi, dan hal terkait lainnya. “Mereka jadi mengerti bagaimana menghadapi dan memecahkan masalah bersama-sama. Lalu kami membantu evaluasi. Bangga sekali dengan keberhasilan mereka ini,” ujarnya.

Dalam gelaran multievent ini, dua siswi SMAN 2 Bandung, Ranisa dan Annisa, berhasil meraih nilai Ujian Nasional (UN) tertinggi se-Indonesia untuk Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Keduanya sama-sama meraih nilai sempurna 10 pada ujian Matematika.

“Jadi harapan saya, acara ini benar-benar bisa menjadi momen untuk meningkatkan dua kecerdasan otak tadi. Charets Open juga harus bisa menjadi forum silaturahmi para pelajar SMP dan SMA se-Jawa Barat,” tandasnya.(inilahkoran.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.