Cluster: Pola Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 SMA

Friday 02 May 2014 , 3:28 AM

kurikulum2013a

PADA tahun 2014 ini, Kurikulum 2013 di jenjang SMA akan diimplementasikan secara serentak di seluruh SMA. Bukan hanya bagi kelas X tetapi juga bagi kelas XI, baik kelas XI yang ketika kelas X telah menggunakan kurikulum 2013 ataupun yang tidak. Hal ini telah menjadi kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2014.

Untuk mendukung hal tersebut Direktorat Pembinaan SMA akan melaksanakan Program Pendampingan implementasi Kurikulum 2013 bagi seluruh sekolah melalui pola cluster. Bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota, akan dipilih sekitar 900 sekolah sebagai koordinator cluster. Sekolah ini kemudian akan menjadi koordinator bagi kegiatan pendampingan sekolah di sekitarnya. Jumlah sekolah dalam satu cluster bervariasi berkisar antara 10 sd 15 sekolah. Hanya beberapa cluster yang karena kondisi geografis, anggota klusternya di bawah jumlah itu, atau justru lebih.

Kegiatan pendampingan implementasi Kurikulum 2013 SMA tahun 2014 di SMA dilaksanakan dalam dua tahap kegiatan yaitu: (1) penyiapan petugas pendamping, dan (2) penyiapan pendanaan.

Penyiapan petugas pendamping dilakukan dalam tiga  tahap yaitu (1) penyiapan petugas pendamping tingkat provinsi yang dilakukan oleh Direktorat Pembinaan SMA,  (2) penyiapan petugas pendamping tingkat kabupaten/kota yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi menggunakan dana dekonsentrasi, dan 3) jika diperlukan dapat dilakukan penyiapan petugas pendamping tingkat SMA yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kab./Kota bekerjasama dengan SMA koordintor clustermenggunakan dana bansos cluster.

Kegiatan pendampingan didukung dengan dana bantuan sosial yang diberikan oleh Direktorat Pembinaan SMA kepada koordinator cluster untuk digunakan mendukung pelaksanaan pendampingan di SMA dalamcluster-nya. Penyaluran dana bansos diawali dengan kegiatan koordinasi antara Direktorat Pembinaan SMA dan Kepala SMA Koordinator cluster melalui kegiatan workshop.

Pelaksanaan pendampingan akan dilakukan dengan cara On – In, yaitu memberikan fasilitasi, bantuan  (On), dan memecahkan masalah yang dihadapi oleh guru sasaran oleh guru pendamping pada saat kegiatan pembelajaran di sekolah masing-masing dan kegiatan workshop di SMA koordinator cluster (In). Jadi proses pendampingan berbeda dengan monitoring. Dengan pola ini diharapkan implementasi dapat berjalan lebih efektif dan sesuai harapan.(psma.kemdikbud.go.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published.