Cimahi Tingkatkan Mutu Guru SD

Friday 27 September 2013 , 0:45 AM
Ilustrasi

Ilustrasi

DINAS Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Cimahi, Jawa Barat, akan memenuhi seluruh kebutuhan tenaga pengajar di tingkat pendidikan sekolah dasar (SD), yang mengajar sesuai dengan bidang keilmuan yang dimiliki.

Kesesuaian bidang ilmu (linier) yang harus diterapkan guru dalam mengajar ini diperlukan, untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Cimahi.

Kepala Disdikpora Kota Cimahi Eddy Junaedi mengatakan, baiknya kualitas pendidikan sangat membutuhkan konsep guru atau tenaga pengajar yang linier. Terlebih, konsep guru linier tersebut sangat dibutuhkan di jenjang pendidikan SD.

“Ya konsepnya seperti itu, di SD pun guru harus linier. Sebab, jenjang pendidikan SD itu kan merupakan awal,” ujarnya, Kamis (26/9).

Ia menjelaskan, saat ini yang diprioritaskan pemenuhan tenaga pengajar sesuai dengan bidang keilmuan yang ditempuh ialah jenjang SD. Sebab para pengajar yang melakukan pengajaran di jenjang SD, kini masih dilakukan dengan beberapa tenaga yang sama. Sistem pengajarannya pun bersifat borongan.

“Benar, tinggal SD yang memang masih belum. Ini nanti akan ditargetkan, SD dulu seluruhnya, baru kemudian SMP,” tutur Eddy.

Ia mengungkapkan, mengapa pemenuhan guru linier di jenjang SD lebih dibutuhkan, sebab tenaga pendidik di jenjang SMA dan SMK sudah hampir seutuhnya mengajar mata pelajaran yang sesuai dengan bidang ilmu mereka.

“Memang SMA dan SMK kan sudah, SMP. Meski belum 100 persen. Namun SD pun juga, agar peningkatan mutunya baik. Konsepnya ingin seperti itu, linier benar diterapkan,” paparnya.

Oleh sebab itu, Disdikpora mengimbau kepada seluruh kepala sekolah di wilayah Cimahi untuk melaksanakan konsep pendidikan dengan tenaga pengajar yang linier itu.

“Sebab kurikulum 2013 kan memang mengutamakan itu. Karena kurikulumnya mengedepankan karakter, budi pekerti,” kata Eddy menjelaskan.

Terkait masih belum juga terpenuhinya pengajar yang linier di jenjang pendidikan SMA dan sederajat di Kota Cimahi, Eddy mengatakan, kekurangannya tidaklah banyak. Pihaknya mengklaim, persentase pemenuhannya tinggal beberapa lagi saja.

“Tidak, tidak juga sulit mencari tenaga pendidik yang linier. Ada yang kurang memang, guru BP (Bimbingan Konseling). Tapi tidak banyak, hanya dua orang,” ungkapnya.

Menurut dia kekurangan tenaga pengajar yang membidangi mata pelajaran Bimbingan Konseling pun, tingkat kebutuhannya tak terlalu mendesak seperti pengajar mata pelajaran lain.

“Semoga, di Oktober ini baru jelas lah berapa data terkait jumlah guru yang linier,” katanya.(republika.co.id)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.