Cetak Biru Pendidikan Harus Berbasis Data Kebutuhan Guru dan Sekolah

Tuesday 31 December 2019 , 7:34 AM

Guru-guru di SMPN 19 Tanjab Timur sedang melakukan DO, guru tersebut didampingi fasda Muhammad Taufik, Jum’at (8/3/2019).

PENGAMAT  Pendidikan Indra Charismiadji mengatakan, cetak biru pendidikan yang sedang dibuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus berbasis data kebutuhan guru dan sekolah.

Dengan demikian, target dari cetak biru bertujuan untuk pemerataan sebaran guru dan akses masyarakat terhadap pendidikan.

Ia menegaskan, program peningkatan mutu guru akan berjalan simultan dengan akses dan sebaran guru. Menurut dia, cetak biru tersebut juga harus bersifat jangka panjang dan dilakukan secara berkelanjutan.

“Pemerintah harus menyesuaikannya dengan target yang akan dicapai berdasarkan kesepakatan bersama. Seandainya ini sebuah gedung, maka gedung yang mau dibuat bentuknya sudah disepakati bersama,” kata Indra di Jakarta, Minggu 29 Desember 2019.

Ia menjelaskan, Kemendikbud sudah memiliki data yang cukup akurat terkait pemetaan sebaran peserta didik, guru, dan sekolah. Hal tersebut didapat dari evaluasi penyelenggaraan ujian nasional (UN).

Kendati demikian, pemerintah, khususnya Kemendikbud tidak pernah menindaklanjuti hasil pemetaan tersebut dengan langkah konkret.

Ia berharap, dalam 5 tahun ke depan, Kabinet Indonesia Maju menunjukan kebijakan yang nyata dengan mengeksekusi setiap hasil evaluasi pembangunan pendidikan nasional.

Mulai dari dukungan anggaran untuk fungsi pendidikan hingga kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masa depan pelajar.

“Dari angka di atas, Indonesia sudah dapat dipetakan bakal butuh berapa sekolah, berapa guru, berapa sarana dan prasarana (sarpras), dan lainnya. Ini sudah bisa disusun sampai 2045. Jadi tidak akan ada lagi sekolah yang sarprasnya tidak sesuai standar karena sudah ada pemetaannya,” kata Indra.

Ia menegaskan, setelah sebaran dan akses sarpras terpenuhi, prioritas pemerintah bisa digeser ke peningkatan mutu guru dan tenaga pendidik. Dengan demikian, setiap guru mampu memenuhi kebutuhan yang diperlukan pelajar saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Menurut dia, membuat cetak biru pendidikan harus melibatkan masyarakat di daerah.

“Harus mempertimbangkan kearifan lokal. Pendidikan bisa disesuaikan dengan bidang-bidang utama apa yang akan dikembangkan di daerah tersebut,” ujarnya.

Ia berharap, cetak biru pendidikan dasar dan menengah dapat mengubah paradigma pendidikan. Ketuntasan belajar menjadi bagian penting dalam pendidikan karena akan berkesinambungan dengan daya saing bangsa.(pikiran-rakyat.com)

Comments are closed.