Cerita Bergambar dari Barang Bekas

oleh -897 views
Seorang siswa memamerkan cerita bergambar hasil karya kelompoknya yang menggunakan barang bekas yakni kardus dan tanaman kering.(prioritaspendidikan.org)
Seorang siswa memamerkan cerita bergambar hasil karya kelompoknya yang menggunakan barang bekas yakni kardus dan tanaman kering.(prioritaspendidikan.org)
Seorang siswa memamerkan cerita bergambar hasil karya kelompoknya yang menggunakan barang bekas yakni kardus dan tanaman kering.(prioritaspendidikan.org)

MEMANFAATKAN barang bekas menjadi sesuatu yang lebih bermakna dan bermanfaat sudah lama ada di benak Luluk Jazila, SPd Guru bahasa Inggris SMP Islam Lumajang. Luluk menginginkan dalam materi pembelajarannya, siswa bisa memanfaatkan barang bekas sambil belajar bahasa Inggris.

Pada materi Narrative Text, Luluk punya ide. Ia menginginkan siswa dengan krativitasnya bisa memanfaatkan barang bekas untuk membuat cerita bergambar. Ide dan barang bekas yang digunakan bebas, asal menjadi satu bingkai cerita bergambar.

Dengan antusias siswa kelas XI pun beramai-ramai membawa barang bekas ke sekolah. Ada yang membuat bingkai dari kardus bekas, triplek bekas, koran bekas, botol bekas, dan masih banyak lagi.

Pada tahap awal, Luluk membagikan lembar kerja (LK) kepada setiap kelompok. Dalam LK tersebut, siswa diminta membuat skenario cerita bergambar dalam 6 sub frame. Setelah skenario jadi, siswa kemudian mengembangkannya dalam bentuk cerita bergambar, lengkap dengan teks dan gambarnya.

Selama satu jam setiap kelompok berlomba-lomba membuat cerita yang menarik. Tak lupa mereka juga memanfaatkan barang bekas yang mereka bawa untuk ditempel ke atas frame yang mereka buat.

Ada yang bercerita tentang bunga yang arogan, kura-kura pelindung yang bijak, macan si pelari cepat, dan masih banyak lagi.

“Hasilnya luar biasa. Saya tak menyangka anak-anak kelas XI memiliki ide-ide menarik untuk membuat cerita bergambar dalam bahasa Inggris dengan memanfaatkan barang bekas,” terangnya. Dini Prabandari, salah satu siswa mengungkapkan dirinya senang dengan model pembelajaran Bahasa Inggris seperti yang dilakukan Bu Luluk. “Kami diberi kesempatan untuk mengembangkan ide kreatif kami. Apalagi kami diwajibkan menggunakan barang bekas. Hal tersebut membuat kami berlomba-lomba membuat cerita bergambar sebaik mungkin,” ungkap Dini.

Menurut Luluk, cerita bergambar yang dihasilkan siswa kelas XI sangat bagus. Bahkan ide cerita yang mereka buat menurut Luluk sangat orisinil karena dibuat langsung saat itu juga. Nilai terbaik diberikan kepada kelompok dengan cerita bergambar paling menarik dari sisi tema, pemanfaatan barang bekas, dan penggunaan bahasa Inggris yang paling mendekati sempurna.(prioritaspendidikan.org)